Nursyaidah, Nursyaidah (2014) Tari Galombang Duo Baleh dalam Perubahan Bentuk, Fungsi dan Nilai Filosofi di Kecamatan Pauh Kota Padang. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.
final_4_NURSYAIDAH_1203909_3364_2014.pdf
Download (349kB)
Abstract
Tari Galombang Duo Baleh bagi masyarakat Koto Panjang Kecamatan Limau Manis, merupakan tari tradisional yang sudah ada sejak 100 tahun silam, mulai berkembang di Kecamatan Pauh semenjak tahun 1928. Tari Galombang Duo Baleh termasuk tarian pencak yang gerakannya menyerupai gelombang. Bentuk tari Galombang Duo Baleh bertitik tolak dari silat Minangkabau, berfungsi menerima tamu, sebagai nilai filosofi yang mengajarkan tentang moral, etika, dan raso jo pareso. Carano sebagai medium utama, yang dipakai dalam tari ini merupakan nilai keramah-tamahan dalam menerima tamu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan bentuk, fungsi dan nilai filosofi tari Galombang Duo Baleh pada saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan berdasarkan teori struktur fungsional dan perubahan sosial. Informan penelitian terdiri dari, budayawan, tuo tari, pewaris keempat dari tari Galombang Duo Baleh, pemain gandang, pupuik sarunai, talempong pacik, penari dan tokoh masyarakat Koto Panjang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik snow ball, dan analisis data berpedoman kepada 12 langkah penelitian yang diajukan Spradley (1997) dan dimodifikasi menjadi sembilan langkah. Keabsahan data dilakukan dengan keterpercayaan (credibility). keteralihan (transferability), dapat dipercaya (dependability), dan kepastian (confirmmability). Temuan penelitian (1) Bentuk tradisi tari Galombang Duo Baleh, gerakannya berupa gerak dasar silat, penarinya terdiri dari laki-laki sebanyak 12 orang dan tidak memakai iringan musik serta pakaian yang digunakan bukanlah pakaian khusus. Sekarang terjadi perubahan pada gerak dimana gerakan tari sudah berkembang, penarinya tidak saja laki-laki namun juga terdiri dari perempuan dan berjumlah 12 orang, menggunakan iringan musik dan pakaian yang dipakai beraneka warna serta menggunakan carano. (2) Fungsi tari Galombang Duo Baleh dahulu hanya untuk menyambut Tuan Demang atau pemimpin orang Belanda. Sekarang berfungsi untuk menyambut tamu yang datang pada acara adat ataupun acara lainnya seperti baralek. (3) Nilai filosofi dari tari Galombang Duo Baleh menunjukkan bahwa orang Minang menerima tamu dengan hati suci, sekarang dengan adanya tari Galombang Duo Baleh pada sebuah acara mampu meningkatkan gengsi (prestise) dari acara tersebut.
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Agusti, Agusti UNSPECIFIED Corrector Indrayuda, Indrayuda UNSPECIFIED Corrector Fatimah, Siti UNSPECIFIED Corrector Budiwirman, Budiwirman UNSPECIFIED Corrector Thahar, Harris Effendi UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | TARI GALOMBANG DUO BALEH |
| Subjects: | M Music and Books on Music > M Music M Music and Books on Music > MT Musical instruction and study |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2 |
| Depositing User: | Mutia Farida S.Sos |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 01:50 |
| Last Modified: | 23 Feb 2026 01:50 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38251 |
