Pengelolaan Usaha Kerajinan Bordir Yatik Collection Siteba Padang

Herlin, Ranny (2012) Pengelolaan Usaha Kerajinan Bordir Yatik Collection Siteba Padang. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_11_RANNY_HERLIN_65709_2650_2012.pdf] Text
final_B1_11_RANNY_HERLIN_65709_2650_2012.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengenal lebih jauh tentang kerajinan bordir pada usaha Yatik Collection yang beralamat di jalan Ikhlas no.3 Padang. Bordir merupakan salah satu kerajinan yang sudah lama dikenal dan berkembang di Sumatera Barat. Penelitian ini dirasa sangat penting karena semakin lama semakin kurangnya tampilan hasil dan mutu bordir dimata masyarakat. Hal ini disebabkan pengetahuan pengrajin yang masih rendah yang tergambar dari hasil produk bordir yang kurang membangkitkan cita rasa konsumen. Selain itu, sistem pemasaran yang kurang berkembang yang mengakibatkan hasil bordir tidak banyak diketahui masyarakat luas. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah pengelolaan tenaga kerja, produksi dan pemasaran pada bordir Yatik Collection. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data di analisa dengan teknik analisis model interaktif yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa untuk pengelolaan tenaga kerja, cara dalam pembagian kerja dan tugas, Ibu Yatik selaku pimpinan bertugas membuat motif, dan untuk memindahkan motif serta membordirnya dikerjakan oleh karyawan. Dalam persyaratan tenaga kerja dibutuhkan keahlian, pengalaman kerja kurang lebih selama 2 bulan serta kejujuran dan dalam pencarian tenaga kerja dilakukan secara non formal/tidak resmi. Dalam pengelolaan produksi, (1) Teknik bordir yang digunakan antara lain, bordir lurus, bordir berlobang, jahit melingkar, jahit lurus, jahit penuh, jahit tindiak, jahit biku-biku, pensi-pensi dan padi-padi. (2) Bentuk motif bordir, pada umumnya menggunakan motif-motif alam seperti bentuk bunga-bunga. (3) Penempatan motif, pada tengah muka, garis leher, tengah dada, bawah baju, ujung lengan dan sudut kebaya dengan pola hias pinggiran, pola tabur, mengisi bidang dan pola bebas. (4) Kombinasi warna benang pada bordir, menggunakan warna bertingkat monocromatis atau warna luruhan, warna analog dan warna senada atau kontras. (5) Jenis benda/produk bordir, antara lain kebaya, baju kurung, gamis, mukena dan jilbab. Sedangkan dalam pengelolaan pemasaran biasanya dilakukan melalui promosi dengan cara personal selling.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Subjects: T Technology > TX Home economics
Divisions: Fakultas Teknik > Pendidikan Kesejahteraan Keluarga-S1
Depositing User: Risna Juita S.IP
Date Deposited: 13 Jan 2026 08:30
Last Modified: 13 Jan 2026 08:30
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35375

Actions (login required)

View Item
View Item