Perubahan Garis Pantai di Batu Kalang Kecamatan XI Koto Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan

Misdian, Siska Putra (2007) Perubahan Garis Pantai di Batu Kalang Kecamatan XI Koto Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_1_SISKA_PUTRA_MISDIAN_89058_3534_2012.pdf] Text
final_B1_1_SISKA_PUTRA_MISDIAN_89058_3534_2012.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai di Batu Kalang, Kecamatan Koto XI Tarusan melalui pengukuran lapangan dan analisis data yang diperoleh di lapangan. Pengukuran parametrik gelombang tesebut adalah : (1.) panjang gelombang, (2.) kecepatan gelombang, (3.) energi gelombang, (4) tinggi hempasan gelombang, (5) transportasi sedimen, dan (6.) nilai penentu abrasi/akresi, Seimbang (Go). Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian deskriptif, dengan metode Survey. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari pengukuran di lapangan dan data skunder sebagai tambahan yang di dapat dari instansi terkait. Hasil dari pengukuran di lapangan atau data primer dimasukkan ke dalam formula yang dipakai sehingga tujuan penelitian tercapai. Satuan pemetaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah batasan garis pantai/Shore line dengan objek penelitian adalah Pantai Batu Kalang Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Pengambilan sampel penelitian digunakan sampel area, dan teknik pengambilannya bersifat purposive sampling. Pantai akan mengalami abrasi ketika nilai Go < 0.0556, pantai dikatakan akresi ketika nilai Go > 0.111 dan pantai seimbang apabila nilai Go berada diantara 0.0556 sampai 0.111. Hasil pengamatan dan pengukuran di lapangan didapatkan rata-rata panjang gelombang (Lo) adalah 206.612 meter, rata-rata kecepatan gelombang (V) adalah 17.50 meter/detik, rata-rata energi gelombang (E) adalah 0.243 Kg/s2, tinggi hempasan gelombang (Hb) adalah 0.827 meter, dan nilai transportasi sedimen (Q) adalah 108,087 meter3/hari. Pantai yang berada pada daerah penelitian rata-rata mengalami abrasi, karena dari 10 sampel terdapat 6 sampel yang mengalami abrasi, yaitu pada titik sampel IV, V, IV, VII, VIII, IX, pantai yang mengalami akresi terdapat pada titik sampel I, II dan X, sedangkan pantai yang sedang dalam keadaan seimbang terdapat pada titik sampel III. Pantai di daerah penelitian mengalami abrasi dikarenakan besarnya nilai gelombang, nilai panjang gelombang dan sudut kemiringan lereng tepi pantai serta nilai presidential atau nilai butir sedimen, selain itu penyebab terjadinya abrasi dikarenakan tidak ada penghambat gelombang yang datang ke pantai. Titik sampel yang terjadi akresi dan seimbang dikarenakan kedekatan titik sampel dengan muara sungai yang mengangkut sedimentasi atau material yang tererosi di daratan atau hulu sungai menuju muara atau pantai sehingga mempengaruhi daerah pantai.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi-S1
Depositing User: Sudia Ajjronisa S.Sos
Date Deposited: 31 Dec 2025 08:33
Last Modified: 31 Dec 2025 08:33
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/34921

Actions (login required)

View Item
View Item