Kurniawan, Ade (2018) Pengaruh Penggunaan Pulsed Secondary Air Injection System (PAIR) Terhadap Emisi Gas Buang Karbon Monoksida (CO) dan HidroKarbon (HC) pada Sepeda Motor SUZUKI SATRIA FU 150 cc. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
![final_B1_09_ADE_KURNIAWAN_16608_1390_2018.pdf [thumbnail of final_B1_09_ADE_KURNIAWAN_16608_1390_2018.pdf]](https://repository.unp.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
final_B1_09_ADE_KURNIAWAN_16608_1390_2018.pdf
Download (3MB)
Abstract
Peningkatan jumlah penduduk yang terjadi diseluruh daerah di Indonesia mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah kendaraan bermotor khususnya jenis sepeda motor. Peningkatan jumlah kendaraaan bermotor ini mengakibatkan terjadinya peningkatan polusi udara akibat emisi gas buang kendaraan, sehingga dilakukanlah berbagai upaya untuk meminimalisir kandungan emisi gas buang kendaraan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperkecil tingkat emisi gas buang kendaraan yaitu menambahkan sistem PAIR atau Tabung Induksi, karena system ini mampu menguraikan gas yang berbahaya menjadi lebih aman bagi lingkungan. Berdasarkan gejala tersebut maka dirumuskanlah sebuah permasalahan bagaimana Pengaruh Penggunaan Pulsed Secondary Air Injection System (PAIR) Terhadap Emisi Gas Buang Karbon Monoksida (CO) Dan HidroKarbon (HC) Pada Sepeda Motor Suzuki Satria FU 150 cc 150 cc. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Juli-26 Agustus 2017, dengan menggunakan Sepeda Motor Suzuki Satria FU 150 cc dengan metode penelitian eksperimen. Proses pengujian kandungan emisi gas buang khususnya CO dan HC dilakukan pada putaran 1500 RPM, 2000 RPM, 2500 RPM, dengan menggunakan sistem PAIR, Tabung Induksi, dan Tidak memakai sistem sebagai sampelnya. Proses pengujian dilakukan sebanyak 3 kali pada setiap aspek pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa penggunaan system PAIR menghasilkan rata-rata CO dan HC setiap tingkatan putaran sebesar 4,137 % dan 260,9 % dan setelah diberi perlakuan dengan menggunakan sistem PAIR dan Tabung Induksi didapatkan rata-rata CO yang dihasilkan 3,480 % dan 3,702 % sedangkan rata-rata HC yang dihasilkan 203,7 % dan 203,2%. Berdasarkan analisa data CO dan HC menggunakan Sistem PAIR terjadi penurunan CO sebesar 0,158 % dan HC sebesar 0,219 %, Tabung Induksi terjadi penurunan CO sebesar 0,082 % dan HC terjadi sebesar 0,221 %. Dan analisa antara system PAIR dan Tabung Induksi mengalami peningkatan CO sebesar 0,063 % dan HC sebesar 0,002 % penurunan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemakaian sistem PAIR adalah lebih layak, karena terjadi penurunan CO dan HC disetiap putaran mesin
Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | PULSED SECONDARY AIR INJECTION SYSTEM (PAIR), EMISI GAS BUANG KARBON MONOKSIDA (CO), HIDRO KARBON (HC), SEPEDA MOTOR SUZUKI SATRIA F 150 CC |
Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > TL Motor vehicles. Aeronautics. Astronautics |
Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Otomotif-S1 |
Depositing User: | Fitri Yelli S.Sos |
Date Deposited: | 27 Aug 2025 03:07 |
Last Modified: | 27 Aug 2025 03:07 |
URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/22857 |