Analisis Spasial Sebaran dan Tingkat Kerawanan Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kota Bukittinggi

Yasranda, Ilham (2026) Analisis Spasial Sebaran dan Tingkat Kerawanan Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kota Bukittinggi. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_1_ILHAM_YASRANDA_19136073_2293_2026.pdf] Text
final_1_ILHAM_YASRANDA_19136073_2293_2026.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kota Bukittinggi secara de facto memiliki luas wilayah sebesar 25,24 km2 yang terdiri dari 3 kecamatan, yaitu Mandiangin Koto Selayan, Guguk Panjang, dan Aur Birugo Tigo Baleh. Kota ini merupakan daerah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Provinsi Sumatera Barat sebesar 5.131 jiwa/km dan menghadapi permasalahan kesehatan serius berupa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Incidence Rate (IR) mencapai 133 pada tahun 2022. Kurangnya sistem informasi spasial dalam menggambarkan tingkat kerentanan wilayah menyebabkan penanganan kasus DBD belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan DBD dan pola sebaran kasus DBD di Kota Bukittinggi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan teknik scoring, buffer, dan overlay. Variabel yang digunakan meliputi kepadatan penduduk, kepadatan permukiman, pola permukiman, jarak terhadap sungai, jarak terhadap Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS), dan jarak terhadap Taman Pemakaman Umum (TPU). Selain itu, dilakukan analisis Average Nearest Neighbor (ANN) untuk menentukan karakteristik pola sebaran titik kasus penderita DBD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan penyakit DBD di Kota Bukittinggi terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Tidak Rawan sebesar 43,5% (433,60 ha), Rawan sebesar 39,2% (389,88 ha), dan Sangat Rawan sebesar 17,3% (172,27 ha)8888. Kelurahan Tarok Dipo di Kecamatan Guguk Panjang teridentifikasi sebagai wilayah dengan area Sangat Rawan terluas mencapai 72,42 ha. Analisis pola sebaran kasus menggunakan ANN menghasilkan nilai Nearest Neighbor Ratio (NNR) sebesar 0,643 dengan z-score -3,92 dan p-value 0,000088, yang menunjukkan bahwa pola sebaran kasus DBD di Kota Bukittinggi bersifat mengelompok (clustered). Sebagian besar titik lokasi pasien ditemukan berada pada zona yang diprediksi sebagai Sangat Rawan, dan Rawan, khususnya pada kawasan permukiman padat dengan pola tidak teratur.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Syarief, Azhari
UNSPECIFIED
Corrector
Purwaningsih, Endah
UNSPECIFIED
Corrector
Frananda, Hendry
UNSPECIFIED
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi-S1
Depositing User: Sudia Ajjronisa S.Sos
Date Deposited: 19 Oct 2026 06:18
Last Modified: 19 Oct 2026 06:18
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/49509

Actions (login required)

View Item
View Item