Indeks Kerentanan Seismik di Kecamatan Pantai Cermin Menggunakan Data Mikrotremor

Agustia, Agustia (2026) Indeks Kerentanan Seismik di Kecamatan Pantai Cermin Menggunakan Data Mikrotremor. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_6_Agustia_21034001_5490_2026.pdf] Text
final_6_Agustia_21034001_5490_2026.pdf

Download (3MB)

Abstract

Kecamatan Pantai Cermin merupakan wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bahaya gempa bumi karena secara geologi berada pada jalur aktif Sesar Besar Sumatra, khususnya Segmen Suliti yang berperan sebagai sumber utama aktivitas tektonik local. Gempa bumi yang cukup besar terjadi pada 6 Maret 2007 di wilayah Solok dan Solok Selatan dengan Magnitudo M6,3 dan M6,4 serta gempa pada 21 Juli 2018 dengan M5,5 berdampak pada kerusakan bangunan dan infrastruktur sebanyak 43,719 unit, salah satu upaya yang dapat menunjukkan kerentanan suatu daerah dengan indeks kerentanan seismik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan seismik di Kecamatan Pantai Cermin. Pengambilan data mikrotremor dilakukan pada 20 titik pengamatan (T1–T20) menggunakan Seismograph Sysmatrack MAE dan Sensor Seismometer S35. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) menggunakan software EasyHVSR untuk menghilangkan noise pada data dan melihat nilai frekuensi dominan (�₀) serta nilai amplifikasi (�₀), yang kemudian dihitung untuk memperoleh indeks kerentanan seismic (��). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi dominan di wilayah penelitian berkisar antara 0,5 Hz hingga 10 Hz, sedangkan nilai faktor amplifikasi berada pada kisaran 1,53 hingga 2,85 yang termasuk dalam kategori amplifikasi rendah. Nilai indeks kerentanan seismik (��) menunjukkan variasi spasial dan diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat kerentanan, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Zona dengan tingkat kerentanan seismik sedang berada antara 1,25 hingga 1,76 mendominasi sebagian besar wilayah penelitian, sementara zona dengan kerentanan tinggi berada pada rentang 4,33 hingga 7,02 terkonsentrasi pada beberapa lokasi tertentu yang dicirikan oleh nilai frekuensi dominan rendah dan faktor amplifikasi yang relatif lebih tinggi. Kondisi ini mengindikasikan adanya heterogenitas sifat geologi bawah permukaan yang berpengaruh terhadap respon seismik lokal. Dengan demikian, Kecamatan Pantai Cermin memiliki Tingkat kerentanan seismic yang tidak merata, sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi bencana gempa bumi, penataan ruang berbasis risiko, serta pengembangan infrastruktur yang adaptif terhadap kondisi seismik lokal.

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Akmam, Akmam
UNSPECIFIED
Corrector
Sudiar, Nofi Yendri
UNSPECIFIED
Corrector
Zulhendra, Zulhendra
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: MICROTREMOR, HVSR, INDEKS KERENTANAN SEISMIK, PANTAI CERMIN
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika-S1
Depositing User: Umma Mardhotillah A.Md.
Date Deposited: 14 Sep 2026 09:42
Last Modified: 14 Sep 2026 09:43
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47677

Actions (login required)

View Item
View Item