Estimasi Laju Erosi dengan Metode MUSLE dan Pemetaan Erosi Pada Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Blok B1 PT Pengembangan Investasi Riau

Hidayati, Afifah Nur (2026) Estimasi Laju Erosi dengan Metode MUSLE dan Pemetaan Erosi Pada Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Blok B1 PT Pengembangan Investasi Riau. Bachelor/Tugas Akhir thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_11_AFIFAH_NUR_HIDAYATI_19137017_3825_2026.pdf] Text
final_11_AFIFAH_NUR_HIDAYATI_19137017_3825_2026.pdf

Download (3MB)

Abstract

Pada metode tambang terbuka kegiatan penambangan dimulai dengan land clearing atau pembukaan lahan (pembersihan lahan dari vegetasi, pengupasan top soil, membongkar lapisan overburden) untuk dapat mengekstraksi bahan galian. Melihat dampak yang ditimbulkan industri pertambangan di Indonesia, maka secara hukum diwajibkan untuk menerapkan praktik pertambangan yang baik dan memastikan reklamasi di lokasi bekas tambang. Pengendalian erosi menjadi salah satu kriteria yang diperhitungkan dalam penilaian keberhasilan reklamasi. Penelitian ini berfokus pada estimasi laju erosi pada lahan reklamasi bekas tambang batubara Blok B1 dengan metode MUSLE dan dipetakan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografi (SIG). Parameter estimasi MUSLE meliputi erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, tutupan dan pengelolaan lahan, serta faktor limpasan permukaan digunakan sebagai input data untuk menghitung laju erosi. Hasil estimasi dan pemetaan erosi diperoleh lahan reklamasi bekas tambang umumnya mengalami erosi tingkat sedang dengan rata-rata laju erosi 137,26 ton/ha/tahun seluas 3,01 ha (43,25%) berada pada topografi landai dengan tutupan lahan berupa tanah terbuka. Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap besarnya laju erosi pada penelitian ini adalah faktor kemiringan lereng dan tutupan lahan. Maka direkomendasikan untuk analisis kestabilan lereng dan menentukan geometri lereng yang aman longsor dan erosi. Selanjutnya melakukan revegetasi dan merancang sistem drainase yang baik untuk mengurangi aliran air di lahan bekas tambang yang masih rentan terjadi erosi. Rancangan sistem drainase adalah berupa saluran terbuka dan kolam pengendapan lumpur. Dimensi saluran terbuka untuk lebar dasar saluran (B) sebesar 0,687 m, kedalaman hidrolik (y) 0,595 m, panjang kemiringan dinding (a) 0,687 m, panjang puncak saluran (T) 1,374 m, dan tinggi jagaan (W) adalah 0,545 m. Dimensi rancangan KPL didapatkan nilai kedalaman kolam (d) 5,7 m, panjang kolam (P) 61,5 m, dan lebar (L) 20 m

Item Type: Thesis (Bachelor/Tugas Akhir)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
HAR, Rusli
UNSPECIFIED
Corrector
Baharuddin, Ichsan Invanni
UNSPECIFIED
Corrector
Rahman, Harizona Aulia
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: EROSI, MUSLE, REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA, PEMETAAN, SALURAN TERBUKA, KOLAM PENGENDAPAN LUMPUR
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan-S1
Depositing User: Dina Aulia Sari S.IP
Date Deposited: 10 Sep 2026 09:42
Last Modified: 10 Sep 2026 09:42
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47561

Actions (login required)

View Item
View Item