Pengaruh Variasi Campuran Fly Ash untuk Stabilisasi Tanah dengan Waktu Pemeraman 7 Hari

Saputra, Angga (2025) Pengaruh Variasi Campuran Fly Ash untuk Stabilisasi Tanah dengan Waktu Pemeraman 7 Hari. Diploma/Tugas Akhir thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_2_ANGGA_SAPUTRA_22062002_7476_2025.pdf] Text
final_2_ANGGA_SAPUTRA_22062002_7476_2025.pdf

Download (4MB)

Abstract

Tanah lunak bekas lahan pertambangan clay di Gunung Sarik, meskipun memiliki karakteristik kadar air tinggi, ukuran partikel sangat halus, dan plastisitas tinggi yang menyebabkan rendahnya daya dukung tanah, memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan timbunan jalan setelah dilakukan pengolahan dan pemadatan yang tepat. Sifat plastisitas tanah clay memungkinkan penyesuaian terhadap perubahan tekanan akibat beban timbunan, sehingga tanah ini dapat memperbaiki kerataan permukaan dan meningkatkan stabilitas tanah dasar jalan. Oleh karena itu, pemanfaatan tanah lunak tersebut sebagai timbunan pada konstruksi jalan dapat menjadi solusi efektif untuk memperkuat struktur tanah dasar serta mendukung kelancaran lalu lintas dan pembangunan jalan akses yang kuat dan aman untuk mendukung pengembangan perumahan. Penelitian ini menelaah pengaruh penambahan fly ash, limbah hasil pembakaran batu bara, sebagai bahan stabilisasi tanah untuk meningkatkan daya dukung dan kekuatan geser tanah. Fly ash diketahui mengandung senyawa aktif seperti SiO₂ dan CaO yang mampu membentuk ikatan kimia dengan tanah melalui reaksi pozzolan. Pengujian dilakukan dengan variasi campuran fly ash sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan waktu pemeraman selama 7 hari. Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan nilai unsoaked California Bearing Ratio (CBR) dari 10,30% pada tanah asli menjadi 13,69% pada campuran 10% fly ash. Namun, pada campuran fly ash 15% mengalami penurunan sebesar 11,60%. Selain itu, peningkatan signifikan pada kohesi tanah ditemukan hingga mencapai 0,118 kg/cm² pada campuran 15% fly ash, meskipun sudut geser tanah mengalami fluktuasi, yakni meningkat tajam hingga 41,71° pada 15% fly ash dan menurun pada 20% fly ash menjadi 28,39°. Pada campuran 20% fly ash, nilai kohesi turun drastis menjadi 0,017 kg/cm², namun sudut geser kembali meningkat dibanding tanah asli. Temuan ini membuktikan efektivitas fly ash dalam memperbaiki sifat mekanik tanah lunak, memberikan solusi pemanfaatan limbah industri, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah bekas pertambangan clay.

Item Type: Thesis (Diploma/Tugas Akhir)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Rahmat, Syahril
UNSPECIFIED
Corrector
Syah, Nurhasan
UNSPECIFIED
Corrector
Andreas, Laras Oktavia
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: TANAH CLAY, FLY ASH, CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR), KUAT TEKAN GESER
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil Bangunan Gedung-D3
Depositing User: Umma Mardhotillah A.Md.
Date Deposited: 11 Aug 2026 10:50
Last Modified: 11 Aug 2026 10:51
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/46098

Actions (login required)

View Item
View Item