Harahap, Erlina (2014) Hubungan Persepsi Tentang Keharmonisan Keluarga dengan Kenakalan Siswa SMAN 3 Padangsidimpuan. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.
B1_1_ERLINA_HARAHAP_1103707_2715_2014.pdf
Download (238kB)
Abstract
Pendidikan merupakan suatu proses untuk mengaktualisasikan semua potensi dalam diri siswa untuk membentuk kepribadiannya. Oleh karena itu tujuan pendidikan membekali siswa dengan pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan. Siswa memiliki kewajiban untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dan memiliki hak untuk belajar. Kenyataannya di sekolah ditemukannya ada siswa yang terlambat datang, tidak memakai atribut lengkap ke sekolah, bolos pada jam belajar, berkelahi, berjudi, menonton video porno dan hal ini tentu saja mempengaruhi kesuksesan belajar mereka. Dalam masalah di atas salah satu faktor penyebabnya keharmonisan dalam keluarga. Siswa yang memiliki persepsi yang baik terhadap keharmonisan keluarga cenderung menampilkan tingkah laku yang baik, sopan dan disenangi oleh lingkungan sosialnya sebaliknya siswa yang keluarganya tidak harmonis lebih sering melakukan pelanggaran yang terlihat dari aktivitas mereka sehari-hari di sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana hubungan persepsi tentang keharmonisan keluarga dengan kenakalan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan jenis deskriptif. Penelitian dilakukan terhadap siswa SMAN 3 Padangsidimpuan tahun pelajaran 2012/2013. Jumlah sampel penelitian sebanyak 176 orang siswa dan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan angket tertutup dengan menggunakan model skala Likert. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik persentase dan untuk menguji hubungan antara kedua variabel digunakan statistik parametrik yaitu Product Moment Corelation dengan menggunakan SPPS for windows release 17.00. Hasil penelitian yaitu: 1) tingkat capaian responden mengenai persepsi tentang keharmonisan keluarga sebesar 70,88%, 2) tingkat capaian responden mengenai kenakalan siswa sebesar 57,95% dan 3) koefisien korelasi persepsi tentang keharmonisan keluarga dengan kenakalan siswa sebesar 0,581. Dengan demikian dapat disimpulkan persepsi tentang keharmonisan keluarga berada pada kategori cukup, kenakalan siswa berada pada kategori rendah dan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi tentang keharmonisan keluarga dengan kenakalan siswa. Implikasinya terhadap pelayanan bimbingan dan konseling adalah perlunya menyelenggarakan layanan bimbingan konseling secara rutin dan sesuai dengan kebutuhan siswa yang dapat meningkatkan persepsi siswa tentang keharmonisan keluarga dan pelayanan yang dapat menurunkan kenakalan siswa di sekolah.
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Neviyarni, Neviyarni UNSPECIFIED Thesis advisor Syahniar, Syahniar UNSPECIFIED Corrector Mudjiran, Mudjiran UNSPECIFIED Corrector Ahmad, Riska UNSPECIFIED Corrector Gistituati, Nurhizrah UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Persepsi Keharmonisan Keluarga, Kenakalan Siswa |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Bimbingan dan Konseleling-S2 |
| Depositing User: | Umma Mardhotillah A.Md. |
| Date Deposited: | 21 Mar 2025 07:03 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 02:54 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/4320 |
