Penanggulangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bermasalah pada PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Cabang Padang Panjang

Fiani, Anggra (2014) Penanggulangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bermasalah pada PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Cabang Padang Panjang. Diploma/Tugas Akhir thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_7_ANGGRA_FIANI_1109203_4443_2014.pdf] Text
final_B1_7_ANGGRA_FIANI_1109203_4443_2014.pdf

Download (1MB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanggulangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk meminimalisir terjadinya kredit bermasalah yang dilakukan PT. BankPembangunan Daerah Sumatera Barat Cabang Padang Panjang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan.Teknik analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian ini adalah bahwa Non Performing Loan(NPL) PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Cabang Padang Panjangtahun 2011 sebesar 1,66%, tahu 2012 sebesar 3,08%, dan tahun 2013 sebesar 5,60%. Penyebab Kredit Usaha Rakyat bermasalah yang biasanya terjadi dari pihak inter bank dan dari pihak debitur. Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kredit bermasalah PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Cabang Padang Panjang melakukan pengawasan, pembinaan kredit, dan pengendalian kredit. Selain itu sebelum dilakukannya penyelesaian kredit bermasalah PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Cabang Padang Panjang melakukan pengiriman surat pemberitahuan kepada debitur, pengiriman surat teguran kepada debitur, kunjungan langsung (on the spot) ke alamat debitur untuk meminimalisir terjadinya kredit bermasalah dan juga PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Cabang Padang Panjang melakukannya dengan cara bertahap dan penuh pertimbangan awal, evaluasi situasi, dan terakhir bertemu dengan debitur dan jika masalah tersebut masih dapat kesalahan kesalahan maka, hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kredit bermasalahyaitu dengan melakukan Restructuring, Kombinasi, Eksekusi. Rescheduling, Reconditioning, Berdasarkan hasil penelitian, bahwa mengingat pentingnya pengawasan dan pembinaan kredit serta pengendalian kredit dalam kegiatan perkreditan maka sebaiknya kegiatan tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan frekuensi yang rutin setelah kredit tersebut dicairkan dan juga perlunya sosialisasi pihak bank kepada masyarakat tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Item Type: Thesis (Diploma/Tugas Akhir)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Masdupi, Erni
UNSPECIFIED
Corrector
Rahmidani, Rose
UNSPECIFIED
Corrector
Mesta, Hendri Andi
UNSPECIFIED
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen Perdagangan-D3
Depositing User: Sudia Ajjronisa S.Sos
Date Deposited: 12 May 2026 08:26
Last Modified: 12 May 2026 08:26
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42521

Actions (login required)

View Item
View Item