Kajian Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat yang Bermukim pada Kawasan Rawan Bencana Longsor di Gunung Padang Sumatera Barat.

Hardani, Weni (2014) Kajian Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat yang Bermukim pada Kawasan Rawan Bencana Longsor di Gunung Padang Sumatera Barat. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_WENI_HARDANI_1104183_1015_2015.pdf] Text
final_4_WENI_HARDANI_1104183_1015_2015.pdf

Download (523kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kawasan tingkat bahaya longsor pada pemukiman penduduk dan mengkaji kondisi sosial ekonomi masyarakat yang bermukim pada kawasan rawan bencana longsor Gunung Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian campuran yang merupakan gabungan dari penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data informan dilakukan dengan teknik Purposif Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data yang dianggap dapat memberikan informasi penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kawasan Gunung Padang Kecamatan Padang Selatan berdasarkan jumlah distribusi penduduk didaerah a) tingkat bahaya rendah sebanyak 32.617 orang dengan luas lahan 72,68 Ha, b) tingkat bahaya sedang sebanyak 5.266 orang dengan luas lahan 89,07 Ha, c) tingkat bahaya tinggi sebanyak 6.649 orang dengan luas lahan 192,60. 2) kondisi sosial ekonomi masyarakat dari a) pendidikan formal dan non formal dengan tingkat tingkat pendidikan masyarakat pada umumnya tamatan SMA/SMK sederajad. Pembiayaan pendidikan respoden baik secara formal maupun non formal berasal dari biaya sendiri. b) pendapatan dalam memenuhi kebutuhan dalam menjalani kehidupan di kawasan rawan bencana longsor di Gunung Padang bersumber dari pendapatan pokok yaitu berdagang dan pada umumnya masyarakat tidak memiliki pendapatan sampingan yang menetap jumlahnya, c) kebutuhan pokok untuk pangan dapat dilihat pada kesanggupan dalam pembelian pakaian, maka kebutuhan terhadap sandang masih tergolong rendah, karena masyarakat hanya memprioritaskan kebutuhan sandang 1 kali dalam setahun, d) kebutuhan pokok untuk papan dilihat dari status kepemilikan rumah milik sendiri, jenis rumah masyarakat adalah rumah permanen dan serta pengeluaran kebutuhan papan, sebagian pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan papan (perbaikan rumah atau pembayaran sewa rumah). Penjelasan tesebut memberikan motivasi kepada masyarakat untuk tetap tinggal di kawasan rawan bencana longsor Gunung Padang. Pada umumnya di kawasan Gunung Padang tidak dapat dijadikan hunian yang layak terutama pada tingkat bahaya longsor sedang dan tingkat bahaya longsor tinggi, tetapi pada tingkat bahaya longsor rendah masih bisa dijadikan kawasan hunian dengan pengaturan pemungkiman yang lebih baik, tentunya peranan pemerintah dalam hal ini sangat penting, agar masyarakat dapat tinggal di kawasan Gunung Padang tanpa resiko bahaya longsor.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Eriyanti, Fitri
UNSPECIFIED
Corrector
Hermon, Dedi
UNSPECIFIED
Corrector
Iskarni, Paus
UNSPECIFIED
Corrector
Sentosa, Sri Ulfa
UNSPECIFIED
Corrector
Fauzi, Ahmad
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2
Depositing User: Mutia Farida S.Sos
Date Deposited: 12 Mar 2026 08:58
Last Modified: 12 Mar 2026 08:58
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39623

Actions (login required)

View Item
View Item