Kasiwi, Gesty Nami (2016) udi Penambangan Emas di Kenagarian Limo Koto Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_1_GESTY_NAMI_KASIWI_89064_5815_2012.pdf
Download (388kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambangan emas di Kenagarian Limo Koto Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung. Variabel yang diteliti adalah (1) Bagaimana aktivitas penambangan emas, (2) Bagaimana dampak lingkungan akibat penambangan emas, (3) Bagaimana pelestarian lingkungan kawasan penambangan emas. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh penambang emas di Kenagarian Limo Koto Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung. Pengambilan sampel area dilakukan secara “ purposive sampling”. Titik sampel diambil tiga titik sampel yaitu titik sampel I di bagian hulu (awal penambangan emas), titik sampel II di bagian tengah, dan titik sampel III di bagian hilir (akhir penambangan emas). Pengambilan sampel responden menggunakan teknik proporsional random sampling, dengan proporsi 25% sehingga sampel responden adalah 53 orang. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan formula persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) mengenai aktivitas penambangan emas, alat-alat yang digunakan penambang emas adalah mesin dompeng, keong, kompresor, selang plastik, pompa air, paralon, spiral, talang, karpet, keset, drum yang dibelah, kerangkeng, jae (dulang emas). Curahan waktu kerja penambang emas dalam 8-9 jam perhari sebesar 79%, dan 6-7 jam perhari sebesar 21%. Cara penambangan emas yaitu penambang akan menyelam dan memposisikan spiral untuk menyedot material, kemudian material akan dialirkan ke talang yang dilapisi dengan karpet dan keset, emas akan melekat pada karpet dan keset, setelah itu pada sore hari karpet dan keset dicuci di drum yang dibelah, kemudian emas akan didulang menggunakan jae (dulang emas). Lokasi penambangan yaitu disepanjang aliran sungai Batang Ombilin. 2) mengenai pelebaran badan sungai paling besar terdapat pada titik sampel I sebesar ±78 meter, paling kecil terdapat pada titik sampel III sebesar ±65 meter. Tingkat kekeruhan pada tempat penambangan emas ini bisa dikatakan sangat keruh. Tingkat kekeruhan paling besar terdapat pada titik sampel III sebesar 989 NTU, tingkat kekeruhan paling kecil terdapat pada titik sampel I sebesar 42 NTU. 3) mengenai pelestarian lingkungan kawasan penambangan emas tidak dilakukan oleh penambang emas.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Iskarni, Paus UNSPECIFIED Thesis advisor Iswand, Iswand UNSPECIFIED Corrector Suhatril, Suhatril UNSPECIFIED |
| Subjects: | G Geography |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi-S1 |
| Depositing User: | Risna Juita S.IP |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 07:57 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 07:57 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39607 |
