Perbedaan Resiliensi Siswa Ditinjau dari Jenis Kelamin Latar Belakang Budaya (Minangkabau dan Jawa) dan Attachment pada Orangtua serta Implikasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

Delano, Vasco (2018) Perbedaan Resiliensi Siswa Ditinjau dari Jenis Kelamin Latar Belakang Budaya (Minangkabau dan Jawa) dan Attachment pada Orangtua serta Implikasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_01_VASCO_DELANO_15151049_1151_2018.pdf] Text
final_B1_01_VASCO_DELANO_15151049_1151_2018.pdf

Download (1MB)

Abstract

Resiliensi akibat bencana perlu ditumbuhkan pada individu sehingga tidak menjadi permasalahan dalam perkembangan selanjutnya. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan resiliensi siswa, diantaranya jenis kelamin, latar belakang budaya serta attachment (kelekatan) pada orangtua. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan resiliensi siswa ditinjau dari jenis kelamin, latar belakang budaya dan attachment pada orangtua serta implikasinya dalam layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 3 kota Padang berlatar belakang budaya Minangkabau dan siswa SMAN 3 Mukomuko berlatar belakang budaya Jawa yang berjumlah 912 siswa. Sampel diperoleh sebanyak 278 siswa. Teknik penarikan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala resiliensi, dengan nilai reliabilitas sebesar 0,819 dan skala attachment pada orangtua, dengan nilai sebesar 0,923. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan teknik Analysis of Variance (ANAVA) tiga jalur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa : (1) resiliensi siswa ditinjau dari jenis kelamin berada pada kategori tinggi; terdapat perbedaan yang signifikan dimana nilai rata-rata skor siswa laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan, (2) resiliensi siswa ditinjau dari latar belakang budaya berada pada kategori tinggi; tidak terdapat perbedaan yang signifikan artinya tidak ada perbedaan resiliensi siswa ditinjau dari latar belakang budaya Minangkabau dan Jawa, (3) terdapat perbedaan yang signifikan resiliensi ditinjau dari attachment (kelekatan) pada orangtua, dan (4) tidak terdapat interaksi antara variabel jenis kelamin, latar belakang budaya dan attachment (kelekatan) pada orangtua dalam menjelaskan resiliensi siswa. Implikasi hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam anlisis kebutuhan dan acuan membuat program layanan bimbingan dan konseling dalam bidang bimbingan pribadi dan belajar guna meningkatkan dan mempertahankan resiliensi siswa.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Daharnis, Daharnis
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Karneli, Yeni
UNSPECIFIED
Corrector
Firman, Firman
UNSPECIFIED
Corrector
Solfema, Solfema
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: RESILIENSI, JENIS KELAMIN, LATAR BELAKANG BUDAYA, ATTACHMENT (KELEKATAN) PADA ORANGTUA.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Bimbingan dan Konseleling-S2
Depositing User: Dina Aulia Sari S.IP
Date Deposited: 09 Mar 2026 01:53
Last Modified: 27 Jul 2026 01:34
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39169

Actions (login required)

View Item
View Item