Ritonga, Dorlan Yolanda (2021) Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pendapatan Petani Hortikultura di Desa Seberaya, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_1_DORLAN_YOLANDA_RITONGA_17045126_4936_2021.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya ketidakstabilan ekonomi yang dirasakan oleh petani hortikultura saat pandemi Covid-19. Sejak pandemi
berlangsung, beberapa jenis sayur-mayur pengalami kenaikan dan penurunan harga, dimana hal tersebut berdampak terhadap pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis, 1) Besar pendapatan yang diterima oleh
petani sebelum dan sesudah adanya pandemi Covid-19 dan, 2) Strategi bercocok tanam yang dilakukan oleh petani saat pandemi Covid-19 di Desa Seberaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara melakukan observasi, wawancara, memberi angket kuisioner dan dokumentasi. Jumlah sampel yang ada pada penelitian ini sebanyak 70 orang, pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling yaitu dengan menjadikan seluruh anggota populasi menjadi sampel penelitian karena jumlah populasi yang kurang dari 100, dalam penelitian ini menggunakan responden dengan mata pencaharian utama sebagai petani hortikultura.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Beberapa komoditi pertanian mengalami ketidakstabilan harga, pendapatan rata-rata petani kentang naik sebesar
Rp. 5.466.000. Pendapatan petani kol mengalami kerugian sebesar Rp. 5.480.000, pendapatan petani wortel naik sebesar Rp. 4.703.000, petani tomat naik sebesar Rp.11.513.000, dan petani cabe menurun sebesar Rp. 12.382.000. Besar pendapatan
petani juga ditentukan oleh beberapa faktor antara lain luas lahan yang dikelola petani rata-rata kurang dari 5000 m
2 dimana keterbatasan lahan ini membuat petani
hanya bisa menanam satu atau dua jenis tanaman saja, lalu keterjangkauan petani menuju pasar, dimana harga antara pasar Roga lebih mahal dari pasar Tigapanah karena jumlah pembeli yang lebih banyak di pasar Roga. Jumlah tenaga kerja yang berkurang akibat dilarang berkerumun.2) Selama pandemi harga bibit dan benih,pestisida, pupuk dan tenaga kerja ikut mengalami kenaikan, petani menggunakan alternatif lain untuk menahan besarnya jumlah pengeluaran untuk menghindari
kerugian saat akan melakukan penanaman.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Syahar, Fitriana UNSPECIFIED Corrector Wilis, Ratna UNSPECIFIED |
| Subjects: | G Geography |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi-S1 |
| Depositing User: | Sri Yulianti S.IP |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 02:37 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 02:38 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38962 |
