Nofliza, Jafit (2017) Pencak Silat Tradisional Kedepatian Tanjung Pauh (Studi Kualitatif di Desa Tanjung Pauh Hilir Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci ). Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.
final_06_JAFIT_NOFLIZA_15199028_3132_2017.pdf
Download (1MB)
Abstract
Pencak silat tradisional Kedepatian Tanjung Pauh yang kegiatannya tidak
berkembang lagi dan hampir punah di tengah-tengah masyarakat Desa Tanjung
Pauh Hilir Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci menjadi suatu masalah
yang dapat mengancam keberadaan pencak silat Kedepatian Tanjung Pauh dimasa
yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul pencak silat
Kedepatian Tanjung Pauh, syarat-syarat belajar, bentuk dan nama gerakan, faktor
faktor penghambat perkembangan dan pelestarian pencak silat Kedepatian
Tanjung Pauh.
Lokasi penelitian berada di Desa Tanjung Pauh Hilir Kecamatan Keliling
Danau Kabupaten Kerinci. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan
menggunakan teknik snow ball sampling. Teknik dan alat pengumpulan data yang
digunakan meliputi; observasi partisipasi, wawancara semi terstruktur dan
dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif
Miles dan Huberman, yaitu meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan tahap
penarikan kesimpulan/verifikasi.
Penelitian ini memperoleh hasil sebagai berikut : (1) Pencak silat
Kedepatian Tanjung Pauh di Desa Tanjung Pauh Hilir Kecamatan Keliling Danau
Kabupaten Kerinci berasal dari Sanggarang Agung yang merupakan tempat asal
pertama nenek moyang Desa Tanjung Pauh Hilir dan tokoh yang megembangkan
pencak silat Kedepatian Tanjung Pauh ini adalah Muyang beliau yang merupakan
putra asli dari Kedepatian Tanjung Pauh, (2) Syarat-syarat belajar pencak silat
Kedepatian Tanjung Pauh adalah: a) Beras satu canting setengah, b) Sirih
secukupnya yang terdiri: Daun sirih, Rokok daun enau, Daun gambir, Pinang,
Kapur sirih, Tembakau, c) Uang adat Rp.5.000. d) Ayam jantan seekor, (3)
Gerakan pencak silat tradisional Kedepatian Tanjung Pauh terdiri dari gerakan
dasar dan gerakan inti, gerakan dasarnya yaitu kuda-kuda dan langkah.
Sedangkan gerakan intinya yaitu jatuhan, tangkapan dan serangan. (4) Faktor
faktor menjadi penghambat pengembangan pencak silat tradisional Kedepatian
Tanjung Pauh antara lain: faktor pengaruh olahraga lain, kurangnya minat
masyarakat, faktor regenerasi, faktor kurangnya kesempatan, dan faktor
kurangnya pembinaan, (5) Dalam pelestarian pencak silat tradisional Kedepatian
Tanjung Pauh ada beberapa hal yang harus dilakukan supaya pencak silat
tradisional Kedepatian Tanjung Pauh ini dapat berkembang dengan baik dan tetap
ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat, adapun hal yang harus diperhatikan
adalah : Pembinaan, tempat berkompetisi, dukungan pemerintah, dukungan
masyarakat, dukungan orang tua, dukungan generasi muda.
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Alnedral, Alnedral UNSPECIFIED Thesis advisor Argantos, Argantos UNSPECIFIED Corrector Ambiyar, Ambiyar UNSPECIFIED Corrector Erizal, N UNSPECIFIED Corrector Damrah, Damrah UNSPECIFIED |
| Subjects: | S Sport |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Olahraga-S2 |
| Depositing User: | Sudia Ajjronisa S.Sos |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 01:53 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 01:53 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38920 |
