Makna Tradisi Manggan Nantauw pada Masyarakat Bukit Pulai Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.

Prasisika, Rici (2015) Makna Tradisi Manggan Nantauw pada Masyarakat Bukit Pulai Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_RICI_PRASISKA_1304261_5629_2015.pdf] Text
final_4_RICI_PRASISKA_1304261_5629_2015.pdf

Download (3MB)

Abstract

Tradisi Manggan Nantauw merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Bukit Pulai didalam upacara kehamilan masyarakat setempat. Tradisi Manggan Nantauw selalu dilaksanakan oleh masyarakat Desa Bukit Pulai dengan serangkain proses pelaksanaan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana proses pelaksaan tradisi Manggan Nantauw ini, makna apa yang terkandung didalam tradisi Manggan Nantauw dan apa alasan masyarakat Bukit Pulai mempertahankan tradisi Manggan Nantauw ini. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tipe etnografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Bukit Pulai Kerinci Provinsi Jambi. Informan dari penelitian ini terdiri dari Depati Ninik Mamak, keluarga besar, dan masyarakat yang melaksanakan tradisi Manggan Nantauw. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi langsung di lapangan. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Spradley dengan menggunakan 12 langkah yang disesuaikan dengan kebutuhan dilapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa tradisi Manggan Nantauw di Desa Bukit Pulai masih di laksanakan oleh masyarakat setempat. Makna yang terdapat didalam tradisi Manggan Nantauw terlihat didalam proses pelaksanaan Manggan Nantauw, yang mana makna terdapat pada simbol-simbol yang ada didalam tradisi tersebut seperti alat yang dibutuhkan berupa tikar tilang yaitu alas untuk bayi setelah lahir, cerek, gelas 2 buah, piring 2 buah, talam, mangkok tempat nasi 2 buah, mangkok tempat sambal 2 buah, sendok besar 2, sendok kecil 2 dan cuci tangan 2 buah,dan makna juga terdapat didalam bahan-bahan yang dibutuhkan seperti , pinang, gambir, rokok enau, hulu nasi, hulu gulai dan ayam. Alasan masyarakat Desa Bukit Pulai ini mempertahankan tradisi ini, karena tidak bertentangan dengan ajaran agama dan tradisi yang menajdi warisan nenek moyang ini memiliki makna yang bermanfaat bagi masyarakat setempat dan juga untuk mempereratkan hubungan kekeluargaan. Tradisi Manggan Nantauw harus dipertahankan dan dilestarikan. Kepada masyarakat adat pemilik tradisi Manggan Nantauw ini diharapkan dapat menjaga makna dari tradisi Manggan Nantauw ini. Pemerintah Kerinci harus mendukung pelestarian dari tradisi yang merupakan ciri khas dari masyarakat Kerinci khususnya Desa Bukit Pulai.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Effendi, Nursyirwan
UNSPECIFIED
Corrector
Moeis, Isnarmi
UNSPECIFIED
Corrector
Ananda, Azwar
UNSPECIFIED
Corrector
Hasan, Helmi
UNSPECIFIED
Corrector
Darmansyah, Darmansyah
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: TRADISI MANGGAN NANTAUW
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GR Folklore
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2
Depositing User: Mutia Farida S.Sos
Date Deposited: 03 Mar 2026 01:53
Last Modified: 03 Mar 2026 01:53
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38776

Actions (login required)

View Item
View Item