Pengaruh Metode Latihan Plyometric dan Latihan Beban dengan Kecepatan Reaksi terhadap Power Otot Tungkai Pemain Bolavoli Putra SMAIT IQRO Kota Bengkulu

Supriyanto, Supriyanto (2017) Pengaruh Metode Latihan Plyometric dan Latihan Beban dengan Kecepatan Reaksi terhadap Power Otot Tungkai Pemain Bolavoli Putra SMAIT IQRO Kota Bengkulu. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_06_SUPRIYANTO_15199048_5584_2017.pdf] Text
final_06_SUPRIYANTO_15199048_5584_2017.pdf

Download (2MB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya power otot tungkai pemain
bolavoli putra SMAIT Kota Bengkulu sehingga kesulitan pada saat melakukan
smash.Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan
plyometric dan latihan beban terhadap kecepatan reaksi dengan peningkatan
power otot tungkai.
Metode penelitian ini adalah eksperimen semu dengan populasi pemain
bolavoli Putra SMAIT IQRO Kota Bengkulu, populasi dan sampel 36 orang.
Kemudian sampel dibagi menjadi 2 kelompok bagian yaitu pemain yang memiliki
kecepatan reaksi tinggi dan pemain yang memiliki kecepatan reaksi rendah. Dari 2
bagian kelompok sampel tersebut dimasukkan kedalam 4 sel kelompok penelitian
yaitu kelompok metode latihan plyometric kecepatan reaksi tinggi, metode latihan
plyometric kecepatan reaksi rendah, metode latihan beban kecepatan reaksi tinggi,
dan metode latihan beban kecepatan reaksi rendah. Instrumen penelitian ini adalah
tes vertical jump untuk mengukur power otot tungkai pemain bolavoli.
Selanjutnya data dianalisis dengan rumus statistik ANOVA dua jalur.
Hasil penelitian (1). Secara keseluruhan terdapat perbedaan pengaruh
siqnifikan metode latihan plyometric dan latihan beban terhadap power otot
tungkai pemain bola voli (Fh = 0,58 < Ft = 4,00). (2). Terdapat interaksi antara
metode latihan dan kecepatan reaksi terhadap power otot tungkai pemain bolavoli
Putra SMA IT IQRO Kota Bengkulu (Fh = 28,39 > Ft= 3,97). (3). Pemain bolavoli
yang memiliki kecepatan reasksi tinggi memiliki power otot tungkai yang lebih
baik jika dilatih dengan metode latihan Beban dari pada dilatih dengan metode
latihan Plyometric (Fh = 5,35 > Ft = 4,01). 4. Pemain bolavoli yang memiliki
kecepatan reaksi rendah memiliki power otot tungkai yang lebih baik jika dilatih
dengan metode latihan plyometric dari pada dilatih dengan metode latihan beban
(fh = 5,12 > ft = 4,01). Hasil analisis data disimpulkan bahwa pemain yang
memiliki kecepatan reaksi tinggi lebih efisien dilatih dengan metode latihan
beban, sedangkan pemain yang memiliki kecepatan reaksi rendah lebih efisien
dilatih dengan metode latihan beban.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Damrah, Damrah
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Gusril, Gusril
UNSPECIFIED
Corrector
Festiyet, Festiyet
UNSPECIFIED
Corrector
Bafirman, HB
UNSPECIFIED
Corrector
Emral, Emral
UNSPECIFIED
Subjects: S Sport
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Olahraga-S2
Depositing User: Sudia Ajjronisa S.Sos
Date Deposited: 02 Mar 2026 01:37
Last Modified: 02 Mar 2026 01:37
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38685

Actions (login required)

View Item
View Item