Dimensi Sosial Etnis Tionghoa yang Bermukim di Kota Bukittinggi.

Novalita, Rahmi (2013) Dimensi Sosial Etnis Tionghoa yang Bermukim di Kota Bukittinggi. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_RAHMI_NOVALITA_1104150_715_2013.pdf] Text
final_4_RAHMI_NOVALITA_1104150_715_2013.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini berawal dari masalah sosial etnis Tionghoa seperti: terdapatnya kesenjangan sosial antara etnis Tionghoa dengan penduduk pribumi dalam bidang pemerintahan. Dimana etnis Tionghoa belum sepenuhnya diberi kesempatan untuk duduk di dalam pemerintahan baik dari tingkat kelurahan maupun dari lingkup pemerintahan daerah. Disamping itu, pemerintah daerah mengambil alih beberapa aset fasilitas sosial etnis Tionghoa seperti, sebuah yayasan tempat perkumpulan etnis Tionghoa yang sekarang ini dipakai oleh Fakutas Teknik Muhammadiayah Kota Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan membahas tentang dimensi sosial etnis Tionghoa yang bermukim di Kota Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh dan masyarakat etnis Tionghoa yang bermukin di Kelurahan Benteng Pasar Atas dengan teknik pengambilan informan dengan menggunakan teknik bola salju (snowball Sampling). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, interprestasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang berjudul dimensi sosial etnis Tionghoa yang bermukim di Kota Bukittinggi menunjukkan bahwa: jumlah etnis Tionghoa di Bukittinggi pada tahun 2012 mengalami penurunan (±500 orang). Penurunan jumlah etnis Tionghoa di Kota Bukittinggi disebabkan oleh faktor mobilitas dan migrasi. Mayoritas pemukiman etnis Tionghoa sudah menyebar dibeberapa tempat di Kota Bukittinggi seperti: Kecematan Guguk Panjang, Kelurahan Benteng Pasar Atas, sedangkan etnis Tionghoa yang lain menyebar di tempat lain, seperti Tembok Bawah, Jenjang Empat Puluh, dan Pasar Bawah yang termasuk Kelurahan Aur Tajungkang. Mayoritas etnis Tionghoa berusaha dibidang perdagangan. Bila ditinjau dari segi agama, pada umunya mayoritas etnis Tionghoa beragama Kristen. Sedangkan masyarakat yang lainnya beragama islam dan Budha. Etnis Tionghoa di Kota Bukittinggi masih mempertahankan adat istiadatnya seperti perayaan tahun baru Imlek, cap go meh, serta adat perkawinan. Di Kota Bukittinggi sekarang ini terdapat dua organisasi sosial khusus untuk orang Tionghoa yaitu HBT dan HTT yang berfungsi sebagai perkumpulan yang mengurus kematian, masalah sosial, dan masalah budaya orang Tionghoa. Di Kota Bukittinggi, sudah banyak fasilitas untuk menunjang kehidupan masyarakat setempat. Tetapi, berdasarkan wawancara dan pengamatan di lapangan di Kota Bukittinggi ditemukan berbagai macam permasalahan-permasalahan seperti: sering terjadi kemacetan, banjir, sampah, penyumbatan saluran drainase.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Fatimah, Siti
UNSPECIFIED
Corrector
Lindayanti, Lindayanti
UNSPECIFIED
Corrector
Khairani, Khairani
UNSPECIFIED
Corrector
Hermon, Dedi
UNSPECIFIED
Corrector
Berlian, Eri
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: DIMENSI SOSIAL, ETNIS TIONGHOA
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2
Depositing User: Mutia Farida S.Sos
Date Deposited: 26 Feb 2026 03:42
Last Modified: 26 Feb 2026 03:42
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38551

Actions (login required)

View Item
View Item