Upaya Pengelolaan Lingkungan dengan Memanfaatkan Fly Ash PLTU Sawahlunto untuk Pembuatan Batu Bata

Handayani, Hilda (2013) Upaya Pengelolaan Lingkungan dengan Memanfaatkan Fly Ash PLTU Sawahlunto untuk Pembuatan Batu Bata. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of HILDA_HANDAYANI_1104210_564_2013.pdf] Text
HILDA_HANDAYANI_1104210_564_2013.pdf

Download (1MB)

Abstract

PLTU Sawahlunto memasok 40-42% energi listrik saat beban puncak di Propinsi Sumatera Barat. PLTU Sawahlunto dalam menghasilkan energi menggunakan batu bara sebagai bahan bakar dan menghasilkan limbah fly ash sebanyak 600 – 1.200 ton per hari. Besarnya volume fly ash yang dihasilkan menjadi masalah lingkungan baik terhadap udara, air, maupun tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, mendeskriptifkan, dan menganalisis tentang: a) pemanfaatan fly ash untuk campuran pembuatan batu bata tanpa pembakaran sebagai upaya pengelolaan lingkungan, b) membandingkan kuat tekan batu bata menggunakan fly ash dengan kuat tekan batu bata konvensional, c) pengujian TCLP untuk menentukan penggunaan fly ash sebagai campuran batu bata yang ramah terhadap lingkungan, dan d) membandingkan nilai ekonomis batu bata dengan campuran fly ash dengan batu bata konvensional. Jenis penelitian ini bersifat penelitian eksperimen, dengan memanfaatkan campuran tras, kapur dan fly ash untuk dijadikan batu bata. Pangujian pada penelitian ini antara lain: penyerapan, bentuk, kuat tekan, TCLP, Benefit Cost Ratio. Hasil penelitian ini antara lain 1) fly ash dapat digunakan sebagai campuran pembuatan batu bata tanpa pembakaran (pozzoland) sebagai upaya pengelolaan lingkungan, 2) kuat tekan batu bata dengan campuran tras, kapur, dan fly ash dengan komposisi 1 ; 1; 1 penelitian ini sebesar 20.38 kg per cm2 melebih kuat tekan batu bata konvensional sebesar 14.95 kg per cm2 . 3) hasil Uji TCLP terhadap fly ash yang dihasilkan PLTU Sawahlunto diperoleh hasil a) krom (Cr) dengan hasil < 0, 0199 ppm, b) seng (Zn) dengan hasil < 0,0045 ppm, dan c) timbal (Pb) dengan hasil < 0,0144 ppm, dibawah standar bakumutu limbah B3 yang ditetapkan PP Nomor 18/1999, dan 4) hasil perhitungan benefit cost ratio terhadap batu bata pada penelitian ini diperoleh harga Rp 650,- lebih mahal Rp 100 dibandingkan biaya produksi batu bata konvensional, namun waktu yang dibutuhkan untuk proses produksi batu bata konvensional lebih lama 32 hari. Pemanfaatan fly ash sebagai bahan dasar batu bata dapat menimalisir jumlah fly ash yang dihasilkan PLTU Sawahlunto serta dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang disebabkan oleh fly ash.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Achmad, H. Fachri
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Dewata, Indang
UNSPECIFIED
Corrector
Barlian, Eri
UNSPECIFIED
Corrector
Carlo, Nasfryzal
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Upaya Pengelolaan Lingkungan
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Ilmu Lingkungan-S2
Depositing User: Mulida Djamarin S.Sos
Date Deposited: 25 Feb 2026 07:02
Last Modified: 25 Feb 2026 07:02
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38492

Actions (login required)

View Item
View Item