Rafzan, Rafzan (2014) Kompetensi Kewarganegaraan (Civic Competence) dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 2 Sungai Penuh. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.
final_4_RAFZAN_1104206_3535_2014.pdf
Download (658kB)
Abstract
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menjadi hal yang penting dan utama di pelajari di berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Tujuan bidang studi pendidikan kewarganegaraan mengacu kepada 4 (empat) kompetensi yaitu; knowledge, skill, attitude and value, action citizen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kompetensi kewarganegaraan (civic competence) di SMA Negeri 2 Sungai Penuh. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penetapan informan penelitian dilakukan yaitu snowball sampling (sampel bola salju). Informan penelitian ini dimulai dari guru PKn dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum serta siswa SMA Negeri 2 Sungai Penuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik menguji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Setelah data penelitian diperoleh, data dianalisis melalui teknik analisis interaktif. Hasil penelitian mengungkapkan kompetensi kewarganegaraan (civic competence) di SMA Negeri 2 Sungai Penuh belum terlaksana sepenuhnya, ini terlihat dari pandangan mengenai civic competence dan penguasaan guru terhadap civic competence itu sendiri dalam mengimplimentasikan kompetensi kewarganegaraan, sebagian dari civic competence seperti civic value dan civic actions masih terlihat belum diterapkan oleh siswa dengan baik. Pelaksanaan dan perencanaan serta evaluasi dalam kompetensi kewarganegaraan (civic competence) terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang diterapkan dalam proses belajar mengajar masih belum efektif. Karena pelaksanaan pembelajaran yang tidak sesuai dengan RPP yang dibuat oleh guru, disamping itu dari proses penilaian yang guru lakukan masih belum objektif, karena masih mengukur dari sisi pengetahuan terkesan mengabaikan afektif dan psikomotor siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan kompetensi kewarganegaraan (civic competence) adalah (a) kurangnya kemauan dan kesiapan peserta didik dalam pembelajaran seperti tidak terlibat dalam diskusi, kurang menghargai pendapat teman (b) kurangnya pemahaman guru tentang karakteristik peserta didik seperti kerapnya guru menggunakan metode diskusi, namun dalam pelaksanaannya diskusi tidak terkendali seperti adanya siswa yang keluar masuk kelas, mengantuk dan tidak terlibat diskusi (diskusi yang cenderung satu arah) (c) kurangnya pemahaman guru tentang potensi peserta didik.
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Moeis, Isnaemi UNSPECIFIED Corrector Eriyanti, Fitri UNSPECIFIED Corrector Ananda, Azwar UNSPECIFIED Corrector Khaidir, Afriva UNSPECIFIED Corrector Agamuddin, Agamuddin UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | KEWARGANEGARAAN, PEMBELAJARAN PENDIDIKAN |
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2 |
| Depositing User: | Mutia Farida S.Sos |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 06:00 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 06:00 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38433 |
