Silat Tradisional di Kecamatan Kuranji Padang (Studi Kualitatif Silat Aliran Jaso Tanah Pauh IX di Kecamatan Kuranji Kota Padang)

Fadjrin, Arky (2015) Silat Tradisional di Kecamatan Kuranji Padang (Studi Kualitatif Silat Aliran Jaso Tanah Pauh IX di Kecamatan Kuranji Kota Padang). Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_6_ARKY_FADJRIN_1203638_3233_2015.pdf] Text
final_6_ARKY_FADJRIN_1203638_3233_2015.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejarah dan asal- usul Silat
Aliran Jaso Tanah Pauh IX, metode pembelajaran yang di pakai oleh guru Silat
Aliran Jaso Tanah Pauh IX, syarat-syarat pembelajaran Silat Aliran Jaso Tanah
Pauh IX, dan membahas bentuk, nama dan makna gerakan setiap gerakan Silat
Aliran Jaso Tanah Pauh IX.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik
pengumpulan data dengan observasi berperan serta, wawancara, dan dokumentasi.
Informan ditentukan secara snowball sampling yaitu Tokoh masyarakat Pauh IX,
Pemuka Adat, lembaga adat di Kecamatan Kuranji Padang, Anak Sasian, Tuo
Silat, Guru Silat Aliran Jaso Tanah Pauh IX.
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa pertama dari temuan yang
diperoleh mengenai sejarah dan asal-usul Silat Aliran Jaso Tanah Pauh IX yaitu
aliran silat ini sudah lama ada dan turun-temurun dari nenek moyang kita.
Kemudian dikembangkan oleh anak, cucu dan keponakannya, kemudian
berkembanglah berbagai tapian- tapian suku yang salah satunya yaitu Silat Aliran
Jaso Tanah Pauh IX. Yang kedua metode pembelajaran yang di pakai oleh guru
Silat Aliran Jaso Tanah Pauh IX yaitu materi yang diajarkan adalah teknik
melangkah, menyambut, mengelak, kuda-kuda, dan sebagainya yang berhubungan
dengan pengetahuan dasar silat Minangkabau.
Biasanya belajar silat dilakukan setelah shalat isya kira-kira jam delapan.
Belajar silat dimulai setelah lewat jam dua belas malam sampai shalat subuh.
Latihan dilakukan di alam bebas tanpa alat penerang. Yang ketiga syarat-syarat
pembelajaran Silat Aliran Jaso Tanah Pauh IX yaitu sebelum anak murid yang
akan belajar Silat kepada guru terlebih dahulu harus di Baiat. Baiat adalah
perjanjian antara murid dengan guru. Kemudian persyaratan yang harus di bawa
dan di penuhi adalah Pisau Cap Garpu, Pisau Silet untuk kajian dunia akhirat,
Pisau lipek untuk kajian dunia, Ayam kuriak balang tigo di badan, Kain Kapan,
Cermin, Pakaian guru sapatagak, Payuang Hitam. Yang ke empat bentuk, nama
dan makna gerakan Silat Aliran Jaso Tanah Pauh IX yaitu gerakan teknik dasar
pada Silat Aliran Jaso Tanah Pauh IX yang dimiliki oleh pencak silat ini terbagi
atas: 1) Gerakan Dasar yang terbagi atas 8 gerakan. 2) Gerakan Mengelak yang
terbagi atas 8 gerakan. 3) Gerakan Memakai Pisau atas 7 gerakan. 4) Gerakan
Balasan Serang terbagi atas 7 gerakan. Dari empat gerakan dasar tersebut di
kembangkan menjadi 30 gerakan yang mempunyai nama dan makna yang berbeda.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Syafruddin, Syafruddin
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Syahara, Sayuti
UNSPECIFIED
Corrector
Ananda, Azwar
UNSPECIFIED
Corrector
Aziz, Ishak
UNSPECIFIED
Corrector
Abus, Emral
UNSPECIFIED
Subjects: S Sport
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Olahraga-S2
Depositing User: Sudia Ajjronisa S.Sos
Date Deposited: 23 Feb 2026 02:47
Last Modified: 23 Feb 2026 02:47
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38275

Actions (login required)

View Item
View Item