Megawati, Agustina (2012) Deiksis Bahasa Melayu di Dusun Sungai Kerjan Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_1_AGUSTINA_MEGAWATI_S_00113_5744_2012.pdf
Download (285kB)
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna deiksis
persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu dalam bahasa Melayu di Dusun Sungai Kerjan
Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Oleh sebab itu, jenis
penelitian yang dipilih adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, sehingga
data penelitian ini berupa tuturan informan dalam bahasa Melayu di Dusun Sungai Kerjan
Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Bungo Provinsi Jambi yang mengindikasikan bentuk
deiksis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode cakap dan simak.
Penganalisisan data dengan mentranskripsikan data hasil rekaman ke bahasa tulis,
menyeleksi, mengklafikasikan, dan merumuskan kesimpulan berdasarkan analisis data
yang telah dilakukan.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 53 bentuk deiksis. Pertama, deiksis
persona ditemukan 31 bentuk deiksis. Bentuk deiksis persona kategori orang pertama
merujuk kepada diri penutur, yang meliputi bentuk: aku „saya‟, awak „saya‟, ngan „saya‟,
kito „kita‟, dan kami „kami‟. Bentuk deiksis persona kategori orang kedua merujuk
kepada lawan bicara atau petutur yang berjumlah satu orang atau lebih, uang meliputi
bentuk:kau „kamu perempuan/laki-laki‟, kamu „kamu perempuan/laki-laki‟, kawan „kamu
laki-laki, kulub „kamu laki-laki‟, betino „kamu perempuan‟, nco „kamu laki-laki‟, budakbudak
„kalian‟. Bentuk deiksis persona kategori orang ketiga merujuk kepada orang yang
menjadi objek pembicaraan, atau orang yang dibicarakan yang berjumlah satu orang atau
lebih, yang meliputi bentuk: dio „dia laki/perempuan‟, nyo „dia laki-laki/perempuan‟,
budak tu „dia laki-laki/perempuan‟, kanti „dia laki-laki/perempuan, orang tu
„mereka‟.Bentuk deiksis persona orang kedua dan ketiga merujuk kepada penutur dan
orang yang berada diluar tuturan, yang meliputi bentuk, mak uwo „kakak perempuan ibu‟,
mak cik „bibi‟, pak cik, „paman‟, ayuk „kakak perempuan‟, pejantan „abang laki-laki‟,
abang „kakak laki-laki‟, adek „adik laki-laki/perempuan‟.
Kedua, deiksis tempat ditemukan 8 bentuk deiksis. Bentuk deiksis tempat
merujuk kepada keterangan tempat atau ruang, yang meliputi bentuk: iko „ini‟, ko ha
„ini‟, tu ha „itu‟, ke sano „ke sana‟, ke siko „ke sini‟, lua „luar‟, dalam „dalam‟, ateh „atas‟,
bawa ‘bawah’.
Ketiga, deiksis waktu ditemukan 14 bentukdeiksis.Bentuk deiksis waktumerujuk
kepada keterangan waktu, yang meliputi bentuk: tadi „tadi‟, kini „sekarang‟, agek „nanti‟,
pagi „pagi‟, minggu ko „minggu ini‟, besok „besok‟, seminggu „satu minggu‟, kemaren
„kemarin‟, sekarang „sekarang‟, sbenta „sebentar‟, siang „siang‟, gek malam „nanti
malam, cepat nian „cepat sekali‟.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa bentuk-bentuk deiksis dalam
bahasa Melayu di Dusun Sungai Kerjan Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Bungo
Provinsi Jambi, baik deiksis persona, deiksis tempat, maupun deiksis waktu, mempunyai
makna yang tidak tetap karena tergantung konteks yang digunakan. Hal tersebut, tentu
tidak terlepas dari konteks situasi pembicara, siapa, kapan, dan di mana bentuk itu
diujarkan
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Emidar, Emidar UNSPECIFIED Thesis advisor Tressyalina, Tressyalina UNSPECIFIED Corrector Nursaid, Nursaid UNSPECIFIED Corrector Amir, Amril UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | DEIKSIS BAHASA MELAYU |
| Subjects: | L Education > LC Special aspects of education P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-S1 |
| Depositing User: | Arlianis Arlianis S.IP |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 01:14 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 01:14 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38061 |
