Eksistensi Blantik dalam Jual Beli Ternak di Pasar Ternak Agropolitan Gunung Medan Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat.

Raid, Naufal (2015) Eksistensi Blantik dalam Jual Beli Ternak di Pasar Ternak Agropolitan Gunung Medan Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_NAUFAL_RAID_1304237_2988_2015.pdf] Text
final_4_NAUFAL_RAID_1304237_2988_2015.pdf

Download (877kB)

Abstract

Keberadaan blantik Jawa dan blantik Minang pada pasar ternak Agropolitan Gunung Medan menjadi suatu keunikan dari pasar ternak yang ada di wilayah Minangkabau lainnya. Blantik Jawa mampu bertahan sedangkan blantik Minang perlahan-lahan hilang dan berganti dengan blantik yang berasal dari suku Jawa. Tujuan dari penelitian yaitu untuk melihat 1) aktivitas blantik dalam jual beli ternak. 2) Perbandingan eksistensi blantik Jawa dan blantik Minang di Pasar Ternak Agropolitan Gunung Medan dan 3) bentuk jaringan blantik Jawa dalam aktivitas jual beli ternak. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus. Penelitian ini dilakukan di pasar ternak Agropolitan Gunung Medan Kenagarian Gunung Medan Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Informan dari penelitian ini terdiri dari blantik ternak, ex-blantik, petugas pasar ternak, pembeli ternak, peternak dan masyarakat setempat. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, dokumentasi dan observasi langsung di lapangan. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Milles Huberman. Hasil penelitian ini yaitu: 1) aktivitas yang dilakukan oleh blantik dalam jual beli ternak. Pertama, blantik membeli ternak kepada peternak, baik itu blantik yang mendatangi peternak, maupun peternak yang datang kepada blantik untuk menjual ternaknya dengan alasan membutuhkan biya yang terdesak. Kedua, blantik menjual ternak di pasar ternak, dengan cara melakukan proses administrasi dengan dinas peternakan yang ada di pasar ternak, lalu blantik baru menjual ternaknya kepada pembeli yang datang kepasar ternak. 2) blantik Jawa eksis karena modal sosial yang dimilikinya seperti: disiplin diri, konsisten dalam berdagang, ramah, tingkat kepercayaan tinggi dan sistem pembayaran secara tunai dalam jual beli ternak. Sedangkan blantik Minang tidak eksis karena kurangnya disiplin diri, dan tidak berdagang dengan konsisten, harga dan kualitas ternak tidak sesuai, serta pembayaran secara berangsur sering menimbulkan kerugian. 3) Jaringan yang dibentuk oleh blantik Jawa berbasiskan pertemanan, kekeluargaan, tetangga dengan modal sosial yang mereka miliki, sehingga mereka mampu untuk menjaga dan mengembangkan jaringan sosial dalam jual beli ternak. Penelitian ini di harapkan dapat menambah khazanah keilmuan dibidang sosial. Modal sosial dapat menjadi hal yang penting didalam menunjukan eksistensi seseorang di masyarakat. Pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Dharmasraya hendaknya lebih aktif lagi didalam mengembangkan pasar ternak Agropolitan Gunung Medan Kabupaten Dharmasraya.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Effendi, Nursyirwan
UNSPECIFIED
Corrector
Fatmariza, Fatmariza
UNSPECIFIED
Corrector
Sentosa, Sri Ulfa
UNSPECIFIED
Corrector
Ananda, Azwar
UNSPECIFIED
Corrector
Anwar, Syafri
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: PASAR TERNAK
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2
Depositing User: Mutia Farida S.Sos
Date Deposited: 19 Feb 2026 04:18
Last Modified: 19 Feb 2026 04:18
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/38012

Actions (login required)

View Item
View Item