Niami, Dian (2013) Deiksis Bahasa Mandailing di Kenagarian Silaping Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_1_DIAN_NIAMI_86404_2832_2013.pdf
Download (1MB)
Abstract
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bentuk dan makna
deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu bahasa Mandailing yang
digunakan oleh masyarakat Silaping. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan:
(1) bentuk-bentuk dan makna deiksis persona bahasa Mandailing di Kenagarian
Silaping Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat, (2) bentuk-bentuk
dan makna deiksis tempat bahasa Mandailing di Kenagarian Silaping Kecamatan
Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat, dan (3) bentuk-bentuk dan makna
deiksis waktu bahasa Mandailing di Kenagarian Silaping Kecamatan Ranah
Batahan Kabupaten Pasaman Barat.
Penelitian dilakukan berdasarkan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa ujaran informan pada masyarakat di
Kenagarian Silaping. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat di Kenagarian
Silaping. Informan dalam penelitian adalah masyarakat di Kenagarian Silaping.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah metode
cakap dan metode simak. Data yang diperoleh kemudian ditranskripsikan,
diidentifikasikan, diklasifikasikan, diinterprestasikan, dan disimpulkan.
Berdasarkan hasil, ditemukan 54 bentuk deiksis. Pertama, deiksis persona
ditemukan 20 bentuk deiksis. Bentuk yang termasuk deiksis persona kategori
orang pertama yaitu, au „saya‟, ita „kita‟, dan ami „kami‟. Deiksis persona
kategori orang kedua adalah ho „kamu laki-laki dan perempuan‟, dan amu
„kalian‟. Deiksis persona kategori orang ketiga adalah ia „dia‟, dan alai „mereka‟.
Deiksis persona yang termasuk kategori orang kedua dan kategori orang ketiga
adalah nenek „nenek‟, ompung „kakek‟, mamak (paman) „adik laki-laki dari ibu‟,
uci (bibi) „istri dari adik laki-laki dari ibu‟, bunde (bibi) „adik perempuan dari
ayah‟, akang „kakak laki-laki‟, ocik „kakak perempuan‟, etek (bibi) „adik
perempuan dari ibu‟, udak (paman) „adik laki-laki dari ayah‟, tuok (paman) „kakak
laki-laki dari ayah‟, umak tuo (bibi) „kakak perempuan dari ibu‟, umak (ibu)
„orang tua perempuan‟, ayah (ayah) „orang tua laki-laki‟. Kedua, deiksis tempat
ditemukan 21 bentuk deiksis. Bentuk deiksis tempat merujuk kepada keterangan
tempat atau ruang, yang meliputi bentuk: gincat „atas‟, toru „bawah‟, tuadu „sana‟,
son „sini‟, jae „hilir‟, julu „mudik‟, muko „depan‟, balakang „belakang‟, ambirang
„kiri‟, siamun „kanan‟, bagas „dalam‟, luar „luar‟, topi „tepi‟, tonga „tengah‟,
donok „dekat‟, di si „di situ‟, di son „di sini‟, tu son „ ke sini‟, tu si „ke situ‟, ibo
„itu‟, dan oton „kemari‟. Ketiga, deiksis waktu ditemukan 13 bentuk deiksis.
Bentuk deiksis waktu merujuk kepada keterangan waktu, yang meliputi bentuk:
sannari „sekarang‟, non „nanti‟, nangkin „tadi‟, tongkin nai „sebentar lagi‟, baru
dope „baru saja‟, cogot „ besok‟, cogot nai „besok lusa‟, tuari „kemarin‟, tuari nai
„kemarin lusa‟, baron „dahulu‟, poken cogot „minggu besok‟, bulan cogot „bulan
besok‟, dan taon cogot „tahun besok‟
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Ermanto, Ermanto UNSPECIFIED Thesis advisor Tamsin, Andria Catri UNSPECIFIED Corrector Ngusman, Ngusman UNSPECIFIED Corrector Nasution, Bakhtaruddin UNSPECIFIED Corrector Nasution, Ismail UNSPECIFIED |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-S1 |
| Depositing User: | Sri Yulianti S.IP |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 07:46 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 07:46 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37775 |
