Wirda, Mona Adria (2014) Analisis Bahaya Longsor di Kecamatan Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.
final_4_MONA_ADRIA_WIRDA_1104113_640_2015.pdf
Download (703kB)
Abstract
Observasi awal pada penelitian ini yaitu tingginya intensitas longsor di sekitar jalan pada daerah yang bertopografi curam di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan zona-zona tingkat bahaya longsor di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat dan menggambarkan peta arahan penggunaan lahan yang sesuai berdasarkan potensi bahaya longsor tersebut. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian di lapangan dengan menggunakan metode Paimin et aluntuk menentukan tingkat bahaya longsor dan penelitian dengan menggunakan sistem komputer (GIS) Arc Gis 9.3 untuk memetakan zona tingkat bahaya longsor dan arahan penggunaan lahan. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan perbedaan satuan lahan di daerah penelitian. Berdasarkan metode ini diambil sepuluh sampel penelitian dari 16 satuan lahan yang berbeda di daerah tersebut. Data penelitian berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkanmelalui survey lapangan pada masing-masing sampel penelitian berdasarkan satuan lahan, yaitu berupa data topografi, geologi, tanah, penggunaan lahan, koordinat dan data pendukung lain. Data sekunder diperolehdari instansi lain seperti peta, data curah hujan, dan uraian umum keadaan wilayah. Hasil temuan dalam penelitian ini ialah : (1) tingkat bahaya longsor dibagi atas 2, yaitu zona tingkat bahaya longsor sedang terdapat di Kenagarian PuluikPuluik pada satuan lahan V1 I tomp glei saw, V5 V tomp kam hut,dan V3 III qv kam hut; zona tingkat bahaya longsor tinggi terdapat diKenagarian Muaro Aia, Pacung Taba, dan Koto Ranah yaitu pada satuan lahan V4 IV tqr kam hutV5 V qou kam hut, V5 V tomp kam sem, V5 V qv kam hut sek, V5 V qv kam teg, V5 V pb kam hutdan V5 V qv kam hut; (2) arahan penggunaan lahan diklasifikasikan atas 2 zona, yaitu: zona dengan tingkat bahaya longsor sedang dengan arahan penggunaan lahan berupa kawasan penyangga, pemukiman pada lereng >15% harus mendapat penanggulangan prabencana dengan merubah geometric lereng, membauat tembok penahan, saluran air yang baik, dan pemilihan vegetasi pelindung; dan zona dengan tingkat bahaya longsor tinggi arahan penggunaan lahan berupa hutan lindung, pemukiman pada zona ini harus direlokasi secara bertahan ke daerah zona penyangga dan perkebunan harus dikonversi kembali menjadi hutan lindung.
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Barlian, Eri UNSPECIFIED Corrector Nurdin, Buchari UNSPECIFIED Corrector Hermon, Dedi UNSPECIFIED Corrector Azwar, Syafri UNSPECIFIED Corrector Syah, Nurhasan UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | LONGSOR, BENCANA ALAM |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography G Geography |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2 |
| Depositing User: | Mutia Farida S.Sos |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 09:54 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 09:54 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37662 |
