Anggriani, Deva (2012) Mantra Tolak Bala di Kenagarian Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_1_DEVA_ANGGRIANI_86490_1577_2012.pdf
Download (547kB)
Abstract
Latar belakang penellitian ini adalah: (1) generasi muda kurang meminati
sastra daerah akibat teknologi canggih, (2) mantra ini diwariskan dari generasi ke
generasi dan dari mulut ke mulut, sehingga tidak dapat menjamin kelangsungan
pewarisan itu sendiri untuk masa yang akan datang, (3) generasi muda kurang
mengenal mantra tolak bala dibandingkan dengan mantra lainnya, padahal
manyarakat di sana dekat dengan perbukitan dan biasanya masih banyak ancaman
dari alam. Berdasarkan pengamatan itu, tujuan penelitian ini adalah
mendeskripsikan dan menganalisis tentang struktur teks mantra, aspek pendukung
pembacaan mantra, dan persyaratan dalam proses pewarisan mantra tolak bala di
Kenagarian Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat.
Objek dalam penelitian ini adalah mantra tolak bala di Kenagarian Air
Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian
ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Instrumen
penelitian adalah peneliti sendiri dengan menggunakan tipe recorder untuk
merekam, format wawancara serta peralatan tulis seperti kertas dan pena.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra tolak bala di Kenagarian Air
Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat dari aspek struktur
menggunakan basmallah sebagai pembukaan mantra, isi yang terdapat dalam
mantra merupakan permohonan kepada Allah untuk menangkal/menolak bencana
yang akan menimpa masyarakat setempat, dan mengucapkan laailaahaillallah
sebagai penutup mantra. Aspek pendukung dalam membawakan mantra adalah:
(1) waktu pembacaan mantra, bebas yaitu malam hari, pagi atau sore hari, (2)
tempat pembacaan mantra disesuaikan dengan kebutuhan, (3) peristiwa atau
kesempatan dalam membacakan mantra adalah pada kesempatan menghadapi
objek dan pada kesempatan memulai suatu kegiatan; (4) pelaku dalam
membacakan mantra adalah orang-orang yang profesinya sebagai dukun/pawang,
(5) perlengkapan dalam membacakan mantra tolak bala dari informan I adalah
jirango, kunyit bole, limau pigaram, dan simauang (daun kayu). Informan II
menggunakan jirango, kunyit bole, balerang, bambu, limau pigaram, inggu, dan
kulit terlentang. Informan III menggunakan kunyit bole, daun linjuang, dan
kemenyan. Informan IV menggunakan jirango, kunyit bole, lampuyiang, toeh
cincang, kotoran besi, limau pigaram, bunga kuning, bunga merah, dan hewan
pemangsa, sedangkan informan V menggunakan sambuang, limau pigaram,
kunyit bole, dan dasun. (6) pakaian dalam membacakan mantra adalah pakaian
bebas yang bersih dan menutupi aurat; (7) cara dalam membacakan mantra yaitu
dalam posisi duduk bersila, berdiri, berjalan mengelilingi sawah, dan
berkonsentrasi, serta membutuhkan suasana yang tenang. Dari aspek pewarisan,
mantra dapat diwariskan berdasarkan keluarga dan berguru dengan mengamalkan
sejumlah syarat yaitu pengenalan diri sendiri dan penggunaan mantra dalam
kehidupan sehari-hari.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Semi, Atar UNSPECIFIED Thesis advisor Nurizzati, Nurizzati UNSPECIFIED Corrector Nasution, Bakhtaruddin UNSPECIFIED Corrector Tamsin, Andria Catri UNSPECIFIED Corrector Nasution, Ismail UNSPECIFIED |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GR Folklore |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-S1 |
| Depositing User: | Sri Yulianti S.IP |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 03:08 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 03:08 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37508 |
