Pencak Silat Tradisional Kuntau: Studi Kualitatif di Desa Tanjung Kemuning Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu

Setiawan, Heru (2014) Pencak Silat Tradisional Kuntau: Studi Kualitatif di Desa Tanjung Kemuning Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_6_HERU_SETIAWAN_1203649_6008_2014.pdf] Text
final_6_HERU_SETIAWAN_1203649_6008_2014.pdf

Download (1MB)

Abstract

Tidak adanya dokumen tertulis mengenai pencak silat kuntau menyebabkan kekahwatiran akan masa depan pencak silat tradisional kuntau, sehingga dengan adanya dokumen tersebut diharapkan pencak silat tradisional kuntau akan tetap dikenal oleh generasi mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pencak silat tradisional kuntau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di desa Tanjung Kemuning kecamatan Tanjung Kemuning kabupaten Kaur provinsi Bengkulu. Pengambilan data dilakukan dengan observasi berpartisipasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive dengan teknik bola salju. Teknik analisis data dilakukan melalui (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini adalah: Asal usul pencak silat kuntau di desa Tanjung kabupaten Kaur provinsi Bengkulu pertama kali dibawa oleh bapak Bausin dari kampungnya di desa Ulak Agung. Persyaratan belajar pencak silat tradisional kuntau ini harus membawa “dudukan” yang meliputi bakul beterah lengkap (dua bakul yang disatukan yang berisi segumpalan benang, kain putih dan kain hitam) dan jambar ayam (sesajian ayam yang telah dimasak) serta menaati semua peraturan dari perguruan. Gerakan dalam pencak silat tradisional kuntau terbagi menjadi dua bagian yaitu gerakan dasar yang meliputi kuda-kuda dan langkah tiga, sedangkan gerakan inti meliputi gerakan dengan tangan kosong, gerakan dengan gerpu mate due (dua pisau berukuran kecil), dan gerakan dengan pisau mate due (dua pisau). Kesemua gerakan tersebut masing masingnya memiliki tujuh gerakan. Fungsi pencak silat tradisional kuntau yaitu membela diri dan sarana hiburan pada acara adat masyarakat setempat. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam pencak silat tradisional kuntau meliputi : nilai kedisiplinan, kebersamaan, kejujuran, dan kesederhanaan

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Fardi, Adnan
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Marzuki, Chalid
UNSPECIFIED
Corrector
Gusril, Gusril
UNSPECIFIED
Corrector
Syahrastani, Syahrastani
UNSPECIFIED
Corrector
Jasrial, Jasrial
UNSPECIFIED
Subjects: S Sport
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Olahraga-S2
Depositing User: Sudia Ajjronisa S.Sos
Date Deposited: 10 Feb 2026 09:51
Last Modified: 10 Feb 2026 09:52
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37288

Actions (login required)

View Item
View Item