Hidayat, Hirja (2014) Silat Pangian Hiliran Gumanti: Studi Kualitatif di Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.
final_6_HIRJA_HIDAYAT_1103645_8_2015.pdf
Download (221kB)
Abstract
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dimana bertujuan untuk mendapat gambaran tentang Silat tradisional Pangian. Fokus dalam penelitian ini adalah “sejarah/asal-usul, persyaratan belajar, dan bentuk gerakan Silat tradisional Pangian di Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok” Data diambil dengan menggunakan teknik observasi berpartisipasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive dengan teknik bola salju (snowball sampling). Data kemudian dianalisis melalui (1) keikutsertaan peneliti dalam berbagai situasi sampai terjadi kejenuhan data (saturation of data), (2) pengamatan konsisten (persistent observation), (3) melakukan tringulasi (tringulation) dan (4) diskusi dengan teman sejawat (peer debriefing). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : menurut Drs. Jufrizal informan Silat tradisional Pangian ini berasal dari Lintau yang pertama mengembangkannya adalah Syeh Abdurrauf kemudian Syeh Abdurrauf mengangkat tuo halaman Silat dari Pangean Kuantan Singingi yaitu Mustafa yang bergelar Tengku Bolang, Silat tradisional Pangian ini berkembang dengan pesat pada tahun 1980 s/d 1987, dan sekarang masyarakat Hiliran Gumanti mulai berkurang mempelajari Silat Tradisional Pangian ini bahkan cerita tentang Silat Pangian banyak masyarakat tidak tahu terutama generasi muda. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk belajar Silat ini adalah seseorang anak murid menemui guru Silat Pangian dan memberikan bauteh limau (memotong limau purut), Sirawa tangguang itam (celana tanggung hitam yang menutup aurat), Cincin dari basi, Pisau sabilah, Kain kafan limo yard (kain kafan 5 yard), pitih (Rp. 25) karena uang Rp 25 tidak ada lagi maka disesuikan dengan sekarang yaitu sekitar (Rp.25.000), Sikua ayam jantan (satu ekor ayam jantan) dan siriah langkok (sirih lengkap). Masing-masing persyaratan tersebut mempunyai makna dan tujuan yang berbeda-beda. Guru yang mengajar Silat tradisional Pangian ini tidak memandang latar belakang, ekonominya, pendidikan, dan sukunya. Tetapi guru mengajarkan Silat kepada anak sasian yang telah memenuhi persyaratan dan khususnya harus beragama Islam. Gerakan khas Silat tradisional Pangian ini menurut informasi dari informan secara umum ada pada gerakan yang sedikit lambat dan sikap pasang yang rendah serta gerakan kuncian tangan dan elakan (gelek). Sedangkan secara khusus akan terlihat pada pitunggu (kuda-kuda), langkah, serangan, sambuik dan tangkok. Tangkok sendiri terdiri dari 11 dasar tangkapannya yang wajib dipelajari dalam Silat tradisional Pangian.
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Fardi, Adnan UNSPECIFIED Thesis advisor Marzuki, Chalid UNSPECIFIED Corrector Gusril, Gusril UNSPECIFIED Corrector Syafruddin, Syafruddin UNSPECIFIED Corrector Atmazaki, Atmazaki UNSPECIFIED |
| Subjects: | S Sport |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Olahraga-S2 |
| Depositing User: | Sudia Ajjronisa S.Sos |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 09:48 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 09:49 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37282 |
