Kajian terhadap Unsur Berpotensi Konflik sebagai Dasar Pengembangan Model Pendidikan Multikultural Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.

Fatihah, Husnul (2011) Kajian terhadap Unsur Berpotensi Konflik sebagai Dasar Pengembangan Model Pendidikan Multikultural Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_HUSNUL_FATIHAH_52920_3177_2012.pdf] Text
final_4_HUSNUL_FATIHAH_52920_3177_2012.pdf

Download (80kB)

Abstract

Potensi-potensi konflik menjadi penting untuk digali ketika ditemukan beragam konflik yang timbul di Kabupaten Musi Rawas yang memiliki masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang tinggi. Ketika potensi konflik tersebut terletak pada aspek budaya maka penerapan pendidikan Multikultural menjadi mendesak, apalagi pendidikan multikultural merupakan sebuah pendekatan yang dikembangkan berdasarkan kekhasan lokal salah satunya berdasarkan nilai budaya yang tidak relevan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur berpotensi konflik dari aspek budaya yang terkandung dalam masyarakat Melayu Musi Rawas sebagai dasar pengembangan model pendidikan multikultural Kabupaten Musi Rawas. Untuk memperoleh pemahaman tentang persoalan tersebut maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Informan utama penelitian dipilih berdasarkan syarat yang dikembangkan Spradlay, informan selanjutnya menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara tertutup dan terbuka, dan dokumentasi dimana peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Untuk menjamin keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan dengan keterpercayaan, keteralihan, kebergantungan dan kepastian. Data penelitian dianalisis dengan mengikuti metode yang dikembangkan oleh Spradlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur yang berpotensi konflik dari aspek budaya terdapat pada wujud nilai-budaya (mentalitas) dan tradisi masyarakat Melayu Musi Rawas. Terdiri dari mentalitas suka menerabas, egois (tidak suka mengalah) dan tertutup (eksklusif) serta tradisi ”tujah”, merupakan tradisi pemulihan harga diri bagi pihak yang tercemar nama baik atau dizholimi. Penyikapan unsur berpotensi konflik dari komisi pendidikan DPRD dan diknas pendidikan belum dilakukan secara maksimal. Oleh karena itu hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan multikultural dalam rangka menciptakan generasi yang memiliki toleransi tinggi.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Moeis, Isnarmi
UNSPECIFIED
Corrector
Ananda, Azwar
UNSPECIFIED
Corrector
UNSPECIFIED
UNSPECIFIED
Corrector
UNSPECIFIED
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: KONFLIK, PENDIDIKAN MULTIKULURAL
Subjects: H Social Sciences > HX Socialism. Communism. Anarchism
J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2
Depositing User: Mutia Farida S.Sos
Date Deposited: 09 Feb 2026 02:20
Last Modified: 09 Feb 2026 02:20
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37060

Actions (login required)

View Item
View Item