Perbandingan Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Mohammad Sjafe’i.

Hastuti, Hera (2013) Perbandingan Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Mohammad Sjafe’i. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_HERA_HASTUTI_1104149_3235_2013.pdf] Text
final_4_HERA_HASTUTI_1104149_3235_2013.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kajian tentang perbandingan pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Mohammad Sjafe‟i bertujuan untuk menggali pemikiran pendidikan mereka sebagai embrio pendidikan nasional dan memperbandingkannya. Penelitian ini difokuskan kepada; Latar belakang budaya yang mempengaruhi pemikiran kedua tokoh; Konsepsi pendidikan yang mereka rumuskan; Tantangan yang mereka hadapi dalam mengimplementasi pendidikan tersebut; Kemudian, bagaimana nasib warisan pendidikan mereka saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode dokumentasi, serta dianalisis secara kritis-komparatif. Layaknya sebuah studi sejarah pemikiran, penelitian ini banyak mengandalkan tulisan-tulisan (teks), baik primer maupun sekunder. Tulisantulisan yang digunakan baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan, terutama tulisan yang berhubungan dengan pemikiran tentang pendidikan yang ditulis sendiri oleh kedua tokoh. Perbedaan latar belakang budaya memberi corak tersendiri terhadap pemikiran pendidikan Dewantara dan Sjafe‟i. Dewantara dengan gaya „Jawanya‟ merumuskan konsepsi pendidikan Among, yang lebih menekankan pada pembentukan kecerdasan intelektual dan kesadaran nasional. Sementara Sjafe‟i dengan falsafah „Minangnya‟ lebih menekankan pada Pendidikan Keterampilan yang menitik beratkan pada keselarasan kerja antara otak, hati dan tangan. Meskipun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan kolonial atau „barat‟ ikut memberi pengaruh yang besar dalam pemikiran pendidikan mereka. Perjuangan panjang mereka hadapi dalam mengimplementasikan konsepsi pemikiran pendidikannya, mulai dari upaya pencekalan Tamansiswa, ordonansi sekolah liar, isu aliran sesat INS, pembakaran INS yang berulangkali, sampai pada tidak lagi digubrisnya ide pendidikan mereka setelah Indonesia merdeka. Kejayaan pemikiran pendidikan mereka dimasa lalu berbanding terbalik dengan nasib warisan mereka saat ini yang seolah-olah „mati suri‟ dan tidak mampu bersaing dengan sekolah negeri maupun sekolah swasta yang lebih maju dari segi kualitas. Selain itu polemik manajemen yang dihadapi oleh Tamansiswa dan INS semakin memperburuk citra sekolah tersebut. Kondisi ini diperparah lagi dengan minimnya perhatian pemerintah terhadap kelangsungan hidup sekolah ini. Jika para penerus Tamansiswa dan INS tidak segera „berbenah diri‟, maka bisa jadi kedua sekolah ini hanya tinggal nama, bahwa mereka pernah ada dalam sejarah perjuangan bangsa.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Zed, Mestika
UNSPECIFIED
Corrector
Asnan, Gusril
UNSPECIFIED
Corrector
Fatimah, Siti
UNSPECIFIED
Corrector
Lindayanti, Lindayanti
UNSPECIFIED
Corrector
Marsidin, Sufyarma
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: PEMIKIRAN PENDIDIKAN,KI HADJAR DEWANTARA, MOHAMMAD SJAFE’I
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
C Auxiliary Sciences of History > CD Diplomatics. Archives. Seals
D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2
Depositing User: Mutia Farida S.Sos
Date Deposited: 09 Feb 2026 01:30
Last Modified: 09 Feb 2026 01:30
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/37046

Actions (login required)

View Item
View Item