Pengaruh Metode Latihan Kondisi Fisik dan Status Gizi terhadap Kapasitas VO2 Max: Kuasi Eksperimen Pemain Bulutangkis Universitas Negeri Padang

Arnando, Muhammad (2010) Pengaruh Metode Latihan Kondisi Fisik dan Status Gizi terhadap Kapasitas VO2 Max: Kuasi Eksperimen Pemain Bulutangkis Universitas Negeri Padang. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_6_MUHAMMAD ARNANDO_10982_3938_2012.pdf] Text
final_6_MUHAMMAD ARNANDO_10982_3938_2012.pdf

Download (282kB)

Abstract

Tesis ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Metode Latihan Interval dan Metode Latihan Sirkuit Serta Status Gizi Terhadap Peningkatan Kapasitas VO2 Max. Banyak metode yang dapat meningkatkan Kapasitas VO2 Max seseorang, diantaranya interval training dan Sirkuit training. Namun dari kedua metode latihan tersebut belum diketahui pengaruh mana yang lebih baik dalam meningkatkan Kapasitas VO2 Max. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh metode latihan interval dan metode latihan sirkuit dan status gizi terhadap peningkatan Kapasitas VO2 Max. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu yang dilakukan pada pemain bulutangkis Universitas Negeri Padang. Populasi penelitian ini adalah pemain bulutangkis yang tegabung dalam unit kegiatan olahraga cabang bulutangkis Universitas Negeri Padang yang berjumlah 52 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purporsive sampling. Teknik ini dilakukan berdasarkan pertimbangan peneliti. Sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang. Data status gizi diukur dengan menggunakan dengan penilaian Antropometri menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), dan untuk mengukur Kapasitas VO2 Max menggunakan bleep test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Peningkatan kapasitas VO2 max yang dilatih dengan metode latihan interval (A2 = 44,80) lebih besar dari pada metode latihan sirkuit (A1 = 43,69), (2) Terdapat interaksi antara metode latihan kondisi fisik dengan status gizi terhadap peningkatan kapasitas VO2 max (Fh = 13,03 > Ft = 4,11), (3) Pada status gizi kategori normal, peningkatan kapasitas VO2 max kelompok yang dilatih dengan metode interval (A2B1 = 50,8) lebih besar dari pada yang dilatih dengan metode sirkuit (A1B1 = 48,4), (4) Pada status gizi kategori tidak normal, peningkatan kapasitas VO2 max kelompok yang dilatih dengan metode interval (A2B2 = 38,81) tidak berbeda secara signifikan dengan kelompok yang dilatih dengan metode sirkuit (A1B2 = 38,8). Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa (1) Metode latihan interval lebih efektif digunakan untuk peningkatan kapasitas VO2 max dari pada metode latihan sirkuit, (2) Metode latihan kondisi fisik dan status gizi secara bersama-sama memberikan pengaruh peningkatan kapasitas VO2 max, dengan kata lain pengaruh metode latihan kondisi fisik terhadap peningkatan kapasitas VO2 max tergantung dari status gizi. Atas dasar simpulan tersebut disarankan kepada pemain bulutangkis Universitas Negeri Padang yang ingin meningkatan kapasitas VO2 max agar dapat menggunakan metode latihan interval kondisi fisik dan memiliki status gizi yang normal.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Gusril, Gusril
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Marheni, Eddy
UNSPECIFIED
Corrector
Kiram, Yanuar
UNSPECIFIED
Corrector
Syafruddin, Syafruddin
UNSPECIFIED
Corrector
Rukun, Kasman
UNSPECIFIED
Subjects: S Sport
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Olahraga-S2
Depositing User: Sudia Ajjronisa S.Sos
Date Deposited: 05 Feb 2026 01:22
Last Modified: 05 Feb 2026 01:22
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36743

Actions (login required)

View Item
View Item