Wardianto, Wardianto (2011) H. Darwis Taram Dt. Tumanggung: Bupati pada Masa Krisis (PDRI dan PRRI). Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_WARDIANTO_73590_1093_2011.pdf
Download (433kB)
Abstract
Seorang tokoh bisa melahirkan sejarah sendiri sebaliknya sejarah juga terkadang bisa melahirkan tokoh. Tokoh yang pernah ada dalam sejarah tergantung di zaman mana tokoh hidup hidup dan dalam ruang lingkup apa tokoh itu dipandang. H. Darwis Taram Dt. Tumanggung adalah salah seorang tokoh yang pernah lahir di Sumatera Barat dan hidup pada beberapa periode sejarah lokal Sumatera Barat. Beliau menjadi tokoh dalam setiap periode sejarah yang dilaluinya. Beliau menjadi aktivis pendidikan dan dakwah setalah kembali dari timur tengah pada masa kolonial Belanda, kemudian menjadi wakil rakyat pada periode Jepang, menjadi kepala daerah pada masa awal kemerdekaan dan menjadi Bupati militer ketika negara menghadapi Agresi Militer penjajah. Setelah penyerahan kedaulatan, beliau mengabdikan diri untuk membangun bangsa dan berjuang bersama PRRI guna menuntut desentralisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana tokoh ini bisa memeroleh karir yang cemerlang pada masanya. Hal-hal apa sajakah yang membantu perkembangan karir tokoh seingga menjadi aktor dalam episode sejarah sejarah yang dialuinya. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan metode dokumentasi.Wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstuktur atau wawancara mendalam. Melalui wawancara tidak terstruktur diharapkan dapat diungkap berbagai persoalan yang berkaitan dengan fokus studi. Sedangkan melaui wawancara mendalam dapat diungkap berbagai informasi yang berguna mendukung informasi yang didapat dari wawancara terstruktur. Metode dolumentasi mengumpulkan data-data tertulis yang berkaitan dengan kehidupan tokoh untuk mendukung data wawancara. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian sejarah, yang dibagi dalam empat tahap yaitu (1)heuristik yaitu pencarian data dan pengumpulan sumber yang berkaitan dengan topik. (2) Kritik atau tahapan Verifikasi, yaitu tahapan atau kegiatan meneliti dan menyeleksi sumber, informasi dan jejak secara kritis. (3) interpretasi (penafsiran) terhadap data dan penyusunan berdasarkan sebab akibat. (4) penulisan dalam bentuk tulisan ilmiah Skripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan Darwis Taram bisa menjadi tokoh dalam periode Sejarah yang dilaluinya, yang pertama adalah keperibadian yang merupakan pembentuk kepribadiannya. Kemudian interaksi dan sosialisasi dengan lingkungan dan yang berikutnya karena faktor zaman itu sendiri. Walaupun demikian, faktor intelegensi juga merupakan salah satu aspek penting yang dimiliki oleh H. Darwis Taram Dt. Tumanggung yang menetukan karinya semasa beliau hidup. Dari penulisan biografi ini, dapat dilihat perbandingan pemimpin pada awal kemerdekaan menerima amanah yang diberikan walaupun terancam akan kehilangan nyawa dengan pememimpin dewasa ini yang berebut “amanah”.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Zed, Mestika UNSPECIFIED Thesis advisor Hardi, Etmi UNSPECIFIED Corrector Asri, Zul UNSPECIFIED Corrector Naldi, Hendra UNSPECIFIED Corrector Salam, Abdul UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | H. Darwis Taram Dt. Tumanggung, bupati, PDRI, PRRI, masa krisis, sejarah lokal, Sumatera Barat |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) D History General and Old World > DS Asia H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform J Political Science > J General legislative and executive papers J Political Science > JQ Political institutions Asia |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah-S1 |
| Depositing User: | Perpustakaan dan Penerbitan UNP |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 02:48 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 02:48 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36566 |
