Ressa, Verina (2008) Humor dalam Kumpulan Puisi Menghayal Jadi Presiden Karya Jose Rizal Manua. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_VERINA RESSA 46524-04-08.pdf
Download (104kB)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) bentuk-bentuk humor yang terdapat dalam kumpulan puisi Menghayal Jadi Presiden karya Jose Rizal Manua ditinjau dari diksinya, (2) bentuk humor yang sering digunakan Jose Rizal dalam puisinya, (3) makna puisi-puisi yang terdapat dalam kumpulan puisi Menghayal Jadi Presiden karya Jose Rizal Manua, dan (4) implikasi hasil penelitian untuk pembelajaran apresiasi sastra di sekolah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif berbentuk analisis isi dengan menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah diksi dalam kumpulan puisi Menghayal Jadi Presiden karya Jose Rizal Manua. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan cara sebagai berikut. (1) membaca puisi-puisi tersebut secara seksama dan berulang-ulang, (2) menginventarisasi dan mencatat data yang sudah ada ke dalam format analisis. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, teks puisi dianalisis secara objektif yang dibatasi pada analisis bentuk-bentuk humor dalam kumpulan puisi Menghayal Jadi Presiden karya Jose Rizal Manua. Kedua, mengklasifikasikan data yang berhubungan dengan humor dalam kumpulan puisi Menghayal Jadi Presiden karya Jose Rizal Manua. Ketiga, mengidentifikasi bentukbentuk humor dalam kumpulan puisi Menghayal Jadi Presiden karya Jose Rizal Manua yang sudah diinventarisasikan. Keempat, membuat kesimpulan berdasarkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bentuk humor yang terdapat dalam kumpulan puisi Menghayal Jadi Presiden karya Jose Rizal Manua ada tiga, yaitu humor seksual, humor etnis, dan humor politik. Dari tiga bentuk tersebut, bentuk humor yang paling dominan digunakan oleh penyair adalah humor politik. Humor politik adalah humor yang menjadikan pimpinan politik, politikus, lembaga, kelompok, partai, dan gagasan politik sebagai sasarannya. Di pihak lain, bentuk humor yang paling sedikit digunakan adalah humor seksual. Di balik kelucuan puisi-puisi Jose Rizal Manua terkandung makna yang memprotes sosial dan politik yang terjadi saat ini di negara Indonesia. Implikasi hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran terhadap apresiasi sastra di sekolah.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Hayati, Yenni UNSPECIFIED Thesis advisor Nst., Bakhtaruddin UNSPECIFIED Corrector Nurizzati, Nurizzati UNSPECIFIED Corrector Agustina, Agustina UNSPECIFIED Corrector Amir, Amril UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Humor, puisi, Menghayal Jadi Presiden, Jose Rizal Manua, analisis sastra |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics P Language and Literature > PN Literature (General) P Language and Literature > PR English literature |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-S1 |
| Depositing User: | Perpustakaan dan Penerbitan UNP |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 04:36 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 04:36 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36444 |
