Wusko, Urwatil (2011) Konflik Pemakaian Air Sawah di Nagari Supayang dan Nagari Lawang-Mandahiliang Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_URWATIL_WUSKO_84809_4866_2011.pdf
Download (9MB)
Abstract
Petani di perbatasan Nagari Supayang dan Nagari Lawang Mandahiliang mempunyai suatu kegiatan bersama yang dinamakan petani dengan rapek aia sawah yang biasanya dilakukan di kapalo banda. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatur pemakaian air sawah berdasarkan kesepakatan bersama, namun aturan itu masih dilanggar oleh berbagai pihak, hingga menyebabkan terjadinya konflik antara petani. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya konflik pemakaian air sawah di Nagari Supayang dan Nagari Lawang-Mandahiliang Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konflik yang dikemukakan oleh Lewis Coser, Werh dan Watkins. Teori yang menyatakan bahwa konflik adalah perselisihan mengenai nilai-nilai dan sumber kekayaan yang persediaanya tidak mencukupi. Menurut Werh konflik adalah konsekuensi dari komunikasi yang buruk atau salah pengertian. Konflik dapat dibedakan atas dua, yaitu konflik realistis dan konflik non realistis. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Supayang dan Nagari LawangMandahiliang Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar, yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitiannya adalah studi kasus intrinsik. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 32 orang, dengan menggunakan purposive sampling, yang mana informan ditentukan oleh peneliti secara sengaja. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan observasi partisipasi. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi data, kemudian data dianalisis dengan reduksi data, dilanjutkan dengan display data dan terakhir penarikan kesimpulan. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya konflik pemakaian air sawah di Nagari Supayang dan Nagari LawangMandahiliang Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar antara lain: (1) Aia nan tobik dari kapalo banda nan ketek, maksudnya ketersediaan air dari sumber air (kapalo banda) itu yang memang kecil. (2) Indak lomak dek awak katuju dek urang, maksudnya adanya sebagian petani yang merasa keputusan pemakaianari air sawah merugikan dirinya dan senang buat petani lain. (3) Sifat petani yang dianggap “codiak”, yaitu sifat yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa peduli dengan orang lain, karena sudah mendapatkan jatah aliran air, tetapi tetap juga mengambil jatah air sawah yang seharusnya jatah aliran air petani lainnya. (4) Petani yang merasa “bagak”, maksudnya sifat petani yang merasa lebih berkuasa atas kepemilikan aliran air sawah karena kapalo banda yang terletak dinagarinya, dan yang ke (5) adalah kurangnya kontrol dari ketua aia
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Susilawati, Nora UNSPECIFIED Thesis advisor Erianjoni, Erianjoni UNSPECIFIED Corrector Amri, Emizal UNSPECIFIED Corrector Fitriani, Erda UNSPECIFIED Corrector Hasmira, Mira Hasti UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Konflik pemakaian air, sawah, Nagari Supayang, Nagari Lawang-Mandahiliang, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HM Sociology H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races K Law > K Law (General) S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi-S1 |
| Depositing User: | Perpustakaan dan Penerbitan UNP |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 08:31 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 08:31 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36383 |
