Kajian Etnobotani Pada Masyarakat Multietnis di Kawasan Geopark Nasional Sawahlunto Sumatera Barat

Fardilla, Midratul (2025) Kajian Etnobotani Pada Masyarakat Multietnis di Kawasan Geopark Nasional Sawahlunto Sumatera Barat. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of B1_4_MIDRATUL_FARDILLA_21032134_1037_2025.pdf] Text
B1_4_MIDRATUL_FARDILLA_21032134_1037_2025.pdf

Download (3MB)

Abstract

Masyarakat di kawasan Geopark Nasional Sawahlunto terdiri dari berbagai etnis seperti Minangkabau, Jawa, dan Batak, yang memiliki cara berbeda dalam memanfaatkan tumbuhan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat multietnis di daerah ini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan yang dimanfaatkan serta pola penggunaannya dalam kehidupan seharihari oleh masyarakat multietnis di kawasan Geopark Nasional Sawahlunto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui survei lapangan dari rumah ke rumah yang dipilih secara purposive sesuai kebutuhan penelitian. Data dikumpulkan dari responden yang bersedia memberikan informasi, mencakup enam wilayah penelitian di Kota Sawahlunto yaitu Lunto, Silungkang, Muarokalaban, Air Dingin, Sapan, dan Talawi. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 177 spesies tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan hidup sehari-hari, yang tergolong ke dalam 62 famili, dengan famili zingiberaceae sebagai kelompok tumbuhan yang dominan digunakan. Sebanyak 157 spesies tumbuhan dimanfaatkan oleh Etnis minang, 140 spesies dimanfaatkanoleh Etnis jawa, dan 102 spesies tumbuhan dimanfaatkan oleh Etnis Batak. Habitus tumbuhan yang dimanfaatkan terdiri atas herba sebanyak 69 spesies, pohon 57 spesies, perdu 31 spesies, semak 11 spesies, dan liana 9 spesies. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun, buah, bunga, dan rimpang. Tumbuhan tersebut juga dikelompokkan ke dalam enam kategori pemanfaatan, yaitu sebagai obat-obatan (128 spesies), makanan (67 spesies), bahan bangunan (5 spesies), keperluan adat (24 spesies), perkakas (10 spesies), dan industri rumah tangga (27 spesies). Spesies dengan manfaat etnobotani paling banyak adalah kelapa (Cocos nucifera) dan bambu (Bambusa sp.). tetapi tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah kunyit (Curcuma longa) dan padi (Oriza sativa).

Item Type: Thesis (Bachelor/Skripsi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Kardiman, Reki
UNSPECIFIED
Corrector
Putri, Irma Leilani Eka
UNSPECIFIED
Corrector
Chatri, Moralita
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Etnobotani, Geopark Nasional Sawahlunto, Masyarakat Multietnis
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi-S1
Depositing User: Perpustakaan dan Penerbitan UNP
Date Deposited: 29 Jan 2026 08:24
Last Modified: 29 Jan 2026 08:24
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36345

Actions (login required)

View Item
View Item