Makna Tradisi Makan Dadiah dalam Tiga Prosesi Adat di Nagari Taruang-Taruang Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok

Sisfarina, Alita (2017) Makna Tradisi Makan Dadiah dalam Tiga Prosesi Adat di Nagari Taruang-Taruang Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri padang.

[thumbnail of final_04_ALITA_SISFARINA_1203931_5220_2017.pdf] Text
final_04_ALITA_SISFARINA_1203931_5220_2017.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini adalah tentang tradisi makan dadiah sebagai sebuah simbol yang mengandung makna. Tradisi makan dadiah dilakukan dalam tiga prosesi adat di Nagari Taruang-Taruang, yaitu pada upacara adat turun mandi, sunah rasul (khitan) dan perkawinan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang keberadaan tradisi makan dadiah pada masyarakat di Nagari Taruang- Taruang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori interpretisme simbolik dari Clifford Geertz. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan tipe penelitian etnografi. Informan dipilih secara purposive sesuai dengan kebutuhan dan kombinasi dengan teknik snowball. Objek pencaharian informasi adalah Penghulu Suku/Ninik Mamak yang ada di Nagari Taruang-Taruang, Tokoh masyarakat (berumur 50 tahun keatas), orang tua dan cerdik pandai (berumur 50 tahun keatas), generasi muda (pemuda), Wali Nagari Taruang-taruang dan masyarakat umum. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, FGD (Focus Group Discussion) dan dokumentasi, dengan menggunakan buku catatan dan kamera sebagai alat pengumpul datanya. Agar data dapat dipercaya, maka dalam penelitian ini digunakan teknik pemeriksaan keabsahan data melalui triangulasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis etnografi dari Clifford Geertz. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, tradisi makan dadiah yang dilakukan dalam tiga prosesi adat, yaitu upacara adat turun mandi, sunah rasul (khitan) dan perkawinan, merupakan wujud kebahagiaan masyarakat di Nagari Taruang-Taruang. Tradisi makan dadiah dalam upacara adat turun mandi merupakan wujud kebahagiaan dikarenakan lahirnya seorang anak. Tradisi makan dadiah dalam upacara adat sunah rasul (khitan), merupakan wujud kebahagiaan karena seorang anak telah melaksanakan salah satu perintah agama yang merupakan bagian dari ajaran Islam. Tradisi makan dadiah dalam upacara adat perkawinan, merupakan wujud kebahagiaan karena seorang anak telah melangsungkan pernikahan. Tradisi makan dadiah bagi masyarakat di Nagari Taruang-Taruang menjadi simbol dalam menanamkan nilai-nilai budaya, bahwa dadiah yang berasal dari susu kerbau merupakan simbol dari Minangkabau. Sedangkan manisan yang disiramkan ke dadiah dengan rasanya yang manis, memiliki makna filosofis bahwa dalam kehidupan bemasyarakat orang Minangkabau harus bermulut manis.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Ananda, Azwar
UNSPECIFIED
Corrector
Eriyanti, Fitri
UNSPECIFIED
Corrector
Elida, Elida
UNSPECIFIED
Corrector
Fatmariza, Fatmariza
UNSPECIFIED
Corrector
Erianjoni, Erianjoni
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: TRADISI MAKAN DADIAH, PROSESI ADAT
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2
Depositing User: Fitri Yelli S.Sos
Date Deposited: 28 Jan 2026 05:54
Last Modified: 28 Jan 2026 05:54
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36219

Actions (login required)

View Item
View Item