Fungsi dan Makna Turuk Manyang dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Adat Desa Matotonan, Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Rosa, Dibya Prayassita Somya (2015) Fungsi dan Makna Turuk Manyang dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Adat Desa Matotonan, Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_4_DIBYA_PRAYASSITA_SOMYA_ROSA_04278_6160_2015.pdf] Text
final_4_DIBYA_PRAYASSITA_SOMYA_ROSA_04278_6160_2015.pdf

Download (750kB)

Abstract

Turuk Manyang adalah tari tradisional masyarakat adat Mentawai yang diadaptasi dari gerakan burung elang (manyang). Turuk manyang dihadirkan melalui gerakan berupa liukan tubuh dan rentakan kaki penari mengikuti irama gendang (gajeumak / kateuba) seperti menirukan tingkah hewan seperti elang, tarian tersebut lahir dari hasil pengamatan terhadap alam, karena semua aktivitas keseharian mereka yang selalu berkaitan dengan alam. Semua tarian itu memiliki makna dan arti menyatu dengan lingkungan yang mereka tempati dan memiliki kearifan dalam menjaga lingkungannya. Tujuan penelitian ini untuk memahami dan mendiskripsikan fungsi dan makna yang ada pada turuk manyang. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pola yang digunakan dalam analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, keabsahan data menggunakan triangulasi data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Turuk Manyang telah memberikan fungsinya sesuai dengan tata kehidupan manusia, dimana gerakan dalam tari ini dijadikan simbol sebagai etika, yang mengajarkan moral manusia sebagai perilaku dari kebaikan yang menyangkut hubungan sesama manusia maupun manusia dengan alam. Gerak yang digunakan dalam turuk manyang adalah gerakan elang yang di representasikan secara kasat mata. Gerak turuk manyang memiliki beberapa makna simbolik, yaitu: makna religi, makna kekompakan dan gotong royong, makna kesatria dan tanggungjawab. Budaya Turuk manyang melalui tarian memiliki makna dalam kehidupan masyarakat adat Mentawai khususnya Desa Matotonan, karena Turuk manyang masuk dalam ranah budaya melalui simbol sebagai wahana komunikasi yang dikonvensi oleh masyarakatnya melalui bahasa gerak dalam Turuk manyang.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Firman, Firman
UNSPECIFIED
Corrector
Thahar, Harris Effendi
UNSPECIFIED
Corrector
Hasan, Helmi
UNSPECIFIED
Corrector
Eriyanti, Fitri
UNSPECIFIED
Corrector
Agusti, Agusti
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: SOSIAL MASYARAKAT
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2
Depositing User: Mutia Farida S.Sos
Date Deposited: 28 Jan 2026 05:46
Last Modified: 28 Jan 2026 05:46
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36205

Actions (login required)

View Item
View Item