Rafika, Citra (2013) Eksistensi Ikatan Waria Rejang Lebong (IKWRL) di dalam Masyarakat Rejang Lebong. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.
final_4_CITRA_RAFIKA_20084_2979_2013.pdf
Download (100kB)
Abstract
Penelitian ini mengungkapkan fenomena kelompok waria Ikatan Waria Rejang Lebong (IKWRL) yang ada di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Kebebasan mereka untuk berekspressi, kebebasan mereka untuk berekonomi terlihat tidak ada kendala di Kabupaten Rejang Lebong karena dalam hal ini mereka sangat didukung oleh pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Berbeda di daerah lain waria dan kelompoknya banyak mengalami diskriminasi. Berdasarkan hal itu peneliti tertarik untuk melihat Eksistensi Ikatan Waria Rejang Lebong (IKWRL) sehingga mereka dapat diterima oleh masyarakat Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian studi kasus ini menggunakan analisis teoritis Dramaturgi oleh Erving Goffman dan teori Kelompok Kecil oleh Robert Redfield. Penelitian dilakukan di ibu kota Kabupaten Rejang Lebong yaitu Kota Curup, pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini peneliti melakukan observasi partisipasi (pengamatan terlibat) dimana keterlibatan yang dilakukan bersifat pasif. Wawancara mendalam dilakukan untuk memperoleh gagasan dan ide tentang Eksistensi Ikatan Waria Rejang Lebong (IKWRL) di dalam Masyarakat Rejang Lebong, studi dokumentasi juga dilakukan untuk menjaring data di dalam dokumen-dokumen tertulis, untuk mendapatkan data yang valid dilakukan trianggulasi data yaitu memberikan pertanyaan yang relatif sama terhadap informan untuk mengumpulkan data yang sama. Analisis data dilakukan sejak awal penelitian dilaksanakan dan dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus sepanjang proses penelitian berlangsung, analisis data dalam hal ini dibagi menjadi tiga yaitu: Reduksi Data, Penyajian Data, Menarik Kesimpulan dan Verivikasi Data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa hidup sebagai waria memerlukan suatu strategi tersendiri untuk dapat diterima dalam masyarakat. Dari penelitian terdapat dualisme masyarakat dalam menerima waria dan IKWRL, ada yang menolak dengan alasan waria sebagai perusak moral, alat politik, dan bertentangan dengan ajaran agama. Dilainsisis ada juga masyarakat yang menerima waria dan IKWRL dengan alasan Hak Asasi Manusia, sebagai hiburan karena mereka lucu, mereka masih bisa diberi kesempatan untuk berubah dan mereka diberikan pelayanan sosial. Untuk terus mempertahankan eksistensi mereka yang pada saat ini semakin diterima oleh masyarakat, IKWRL menunjukan eksistensi dalam berbagai karya nyata diantaranya bekerja, menjalin kemitraan diluar IKWRL, meningkatkan kualitas diri, dan beraktivitas secara positif dalam IKWRL.
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Effendi, Nusyirwan UNSPECIFIED Corrector Fatimah, Siti UNSPECIFIED Corrector Eryanti, Fitri UNSPECIFIED Corrector Abisar, Abisar UNSPECIFIED Corrector Zed, Mestika UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | WARIA |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2 |
| Depositing User: | Mutia Farida S.Sos |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 08:30 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 08:30 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36015 |
