Nilai-nilai Simbolik Pendidikan dalam Songket Silungkang

Budiwirman, Budiwirman (2011) Nilai-nilai Simbolik Pendidikan dalam Songket Silungkang. Doctoral/Disertasi thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_9_BUDIWIRMAN_71301_3741_2012.pdf] Text
final_9_BUDIWIRMAN_71301_3741_2012.pdf

Download (324kB)

Abstract

Kain tenun songket dalam kehidupan masyarakat Minangkabau tidak dapat
dipisahkan dengan upacara-upacara adat, karena setiap ada perayaan masyarakat
pemakainya akan menggunakan pakaian tradisional kain tenun songket yang ditata dan
diberi motif-motif tertentu sebagai cerminan diri dari sipemakainya.
Berkenaan dengan pesan-pesan dan nilai-nilai yang disampaikan kain songket,
maka pemakainya dapat dilihat melalui berbagai simbol dan perlambangan dalam ragam
hias pakaian adat tersebut. Penggunaan pakaian adat ini mempunyai aturan-aturan
tertentu kapan suatu jenis pakaian adat dipergunakan, siapa yang harus memakainya,
dan bagaimana cara memakainya harus mengikuti aturan-aturan yang telah disepakati
sesuai dengan ketetapan adat, namun dewasa ini di prediksi banyak yang tidak lagi
memahami dan mengetahui keberadaan kain tenun songket Minangkabau, bisa jadi akan
mengalami kepunahan dengan derasnya pengaruh budaya luar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai simbolik pendidikan
dalam pakaian adat Silungkang Sumatera Barat, untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk
motif yang mengandung nilai-nilai simbolik pendidikan pada songket Silungkang, dan
menganalisis nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam songket Silungkang.
Untuk menelusuri tentang nilai-nilai simbolik pendidikan yang terkandung di
dalam Songket tersebut, dengan unsur-unsur pokok yang harus ditemukan sesuai
dengan butir-butir rumusan masalah, maka digunakan metodologi penelitian Etnografi.
Adapun jenis penelitian yang digunakan terkait dengan metode etnografi adalah
penelitian kualitatif. Maksudnya, Peneliti kualitatif adalah sebagai human instrument,
berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data,
melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, menganalisis data, menafsirkan
data, dan membuat kesimpulan atas temuannya, dan teknik analisa datanya dilakukan
dengan analisis model interaktif yang artinya, model analisis ini memiliki tiga macam
komponen analisis utama, yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan
kesimpulan/verifikasi. Setiap data yang terkumpul peneliti bergerak terus-menerus
sampai data/informasi yang terkumpul dianggap memadai guna menjawab
permasalahan penelitian dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan nilai-nilai simbolik pendidikan
terdapat dalam songket yang digunakan oleh pemangku adat (Penghulu dan Bundo
Kanduang) dalam ungkapan adat dikatakan: cadiak (cerdik), tahu (berpengetahuan),
pandai (mempunyai keahlian), yang artinya cerdik berarti, bahwa pemangku adat itu
berpendidikan. Tahu berarti, bahwa pemangku adat harus mengamalkan pengetahuan
yang dipunyai, serta pandai berarti ia mempunyai keahlian dan bijaksana dalam
memimpin masyarakat terutama kaumnya sendiri.
Simpulan penelitian ini adalah pada kain songket baik penghulu maupun Bundo
Kanduang terdapat nilai-nilai simbolik pendidikan yang menjadi suri tauladan bagi
masyarakat adat dalam wilayah adat itu sendiri.

Item Type: Thesis (Doctoral/Disertasi)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Mukhaiyar, Mukhaiyar
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Yusuf, A. Muri
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Kiram, Yanuar
UNSPECIFIED
Corrector
Gusril, Gusril
UNSPECIFIED
Corrector
Nur, Agustiar Syah
UNSPECIFIED
Corrector
Marheni, Eddy
UNSPECIFIED
Corrector
Damsar, Damsar
UNSPECIFIED
Subjects: L Education > L Education (General)
N Fine Arts > NK Decorative arts Applied arts Decoration and ornament
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Ilmu Pendidikan-S3
Depositing User: Sudia Ajjronisa S.Sos
Date Deposited: 26 Jan 2026 08:25
Last Modified: 26 Jan 2026 08:25
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/36006

Actions (login required)

View Item
View Item