Syahran, M. (2013) Penerapan Ideologi Lima-i dalam Pembelajaran: Studi pada Sekolah Dasar Perkampungan Nelayan Suku Laut Kuala Tungkal Provinsi Jambi. Doctoral/Disertasi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_9_M_SYAHRAN_91696_74_2014.pdf
Download (508kB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan di lapanganbahwa, pendidikan anak anak Perkampungan Nelayan Suku Laut Kuala Tungkal perlu mendapat perhatian serius. Kondisi pendidikan mereka masih sangat jauh dari harapan mereka, seperti kondisi anak-anak, dalam aspek sosio-emosional, fasilitas sarana yang terbatas, dan kompetensi guru-guru. Sementara itu, guru-guru yang ada telah berupaya melakukan tugas dan fungsi sebagai pendidik dalam rangka mendidik peserta didik meraih cita-cita yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap, bagaimana pemahaman guru-guru di sekolah dasar perkampungan nelayan Suku Laut Kuala Tungkal Provinsi Jambi tentang ideologi lima-i dalam pembelajaran dan bagaimana pula penerapannya. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis etnografis mengacu tahapan tahapan penelitian pada sebelas langkah yang dikemukakan Spradley (1980). Sebagai informan adalah kepala sekolah, guru-guru dan tenaga kependidikan, peserta didik dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi pada berbagai kegiatan pembelajaran atau kegiatan yang berhubungan dengan pembelajaran, terutama kaitannya dengan pemahaman guru dan penerapan ideologi lima-i di sekolah dasar perkampungan nelayan Suku Laut Kuala Tungkal. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini mengacu oada pendapat Lincoln dan Guba (1985), yaitu: (1) standar kredibilitas; (2) standar transferabilitas; (3) standar dependabilitas; dan (4) standar konfirmabilitas . Dari hasil Temuan terungkap, bahwa (1) guru-guru menyadari pentingnya ideologi lima-i sebagai ideologi dalam pembelajaran, (2) ideologi lima-i merupakan roh dan denyut nadi kehidupan bagi pendidikan dan bagian tak terpisahkan kehidupan dari manusia, yang perlu menjadi rohnya proses pembelajaran.(3) guru sudah seharusnya memperhatikan aspek humanistik, aspek psikologis peserta didik, dan aspek sosial budaya,
| Item Type: | Thesis (Doctoral/Disertasi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Prayitno, Prayitno UNSPECIFIED Thesis advisor Mukhaiyar, Mukhaiyar UNSPECIFIED Thesis advisor Aliasar, Aliasar UNSPECIFIED Corrector Abizar, Abizar UNSPECIFIED Corrector Firman, Firman UNSPECIFIED Corrector Nurdin, Syafruddin UNSPECIFIED |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Ilmu Pendidikan-S3 |
| Depositing User: | Sudia Ajjronisa S.Sos |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 08:08 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 08:09 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35963 |
