Deiksis Bahasa Minangkabau dalam Rubrik Palanta Harian Umum Singgalan

Selimawati, Selimawati (2013) Deiksis Bahasa Minangkabau dalam Rubrik Palanta Harian Umum Singgalan. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_1_SELIMAWATI_14611_5130_2013.pdf] Text
final_B1_1_SELIMAWATI_14611_5130_2013.pdf

Download (753kB)

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan makna deiksis persona, deiksis waktu, deiksis tempat, deiksis sosial dan deiksis wacana dalam rubrik Palanta Harian Umum Singgalang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan makna deiksis persona, deiksis waktu, deiksis tempat, deiksis sosial dan deiksis wacana dalam rubrik Palanta Harian Umum Singgalang. Jenis penelitan ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, sedangkan instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang terdapat dalam rubrik Palanta. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik baca dan catat. Data dianalisis dengan cara: (1) membaca dan memahami rubrik Palanta Harian Umum Singgalang, (2) mengidentifikasi data dalam bentuk deiksis persona, deiksis waktu, deiksis tempat, deiksis sosial dan deiksis wacana (3) mengklasifikasikan data-data ke dalam bentuk deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial, (4) menganalisis bentuk-bentuk deiksis dengan maknanya dan (5) menyimpulkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Ditemukan 45 bentuk deiksis bahasa Minangkabau dalam rubrik Palanta yang dikelompokkan atas 5 jenis. (1) Ditemukan 7 bentuk deiksis persona yang kelompokkan atas (a) deiksis persona pertama merujuk kepada diri sendiri, yaitu den, ambo, wak den, kami, awak; (b) deiksis persona kedua merujuk kepada sekumpulan orang, yaitu kalian; (c) deiksis persona ketiga merujuk kepada orang yang dibicarakan, yaitu inyo. (2) Ditemukan 7 bentuk deiksis tempat, yaitu di siko, di lua, di ateh, di dalam, di belakang (dekat dari pembicara), di sinan, (jauh dari pembicara), situ (jauh dari pembicara). (3) Ditemukan 13 bentuk deiksis waktu, yaitu pagi kapatang, tadi malam, Tadi, kapatang, saisuak, dulu, kudian (waktu telah berlalu), taun muko, sabulan lai, bisuak (waktu yang akan datang), beko, bataun-taun, kini (waktu yang sedang berlangsung). (4) Ditemukan 15 bentuk deiksis sosial, yaitu Ajo, Inyiak, sutan, Uncu, Angah, Apak, Niniak, Mamak, Uwo, Anggota Dewan, Panyidik Kapeka, Katua Gadang, Pegawai, Ulama, Dialer, Polisi. (5) Ditemukan 3 bentuk deiksis wacana, yaitu ikolah, itulah (katafora) dan baitulah (anafora).

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Agustina, Agustina
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Noveria, Ena
UNSPECIFIED
Corrector
Juita, Novia
UNSPECIFIED
Corrector
Ngusman, Ngusman
UNSPECIFIED
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-S1
Depositing User: Dina Aulia Sari S.IP
Date Deposited: 20 Jan 2026 08:17
Last Modified: 20 Jan 2026 08:17
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35672

Actions (login required)

View Item
View Item