Pelaksanaan Tradisi Batamaik Kaji di Desa Cimparuh Kota Pariaman

Ermawati, Ermawati (2011) Pelaksanaan Tradisi Batamaik Kaji di Desa Cimparuh Kota Pariaman. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_B1_ERMAWATI_73662_1415_2011.pdf] Text
final_B1_ERMAWATI_73662_1415_2011.pdf

Download (1MB)

Abstract

Tradisi batamaik kaji merupakan tradisi adat yang diselenggarakan oleh masyarakat Pariaman sebelum upacara perkawinan dilangsungkan. Dalam tradisi ini, penganten akan diberikan nasehat-nasehat yang berguna bagi kehidupan rumahtangga nantinya. Dahulu tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Pariaman pada umumnya. Tetapi dengan masuknya budaya lain ke daerah Pariaman tradisi batamaik kaji berangsur-angsur mulai ditinggalkan oleh masyarakat kecuali masyarakat Desa Cimparuh. Untuk itu penulis tertarik untuk meneliti tradisi batamaik kaji ini. Sedangkan tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan tradisi batamaik kaji di Desa Cimparuh Kota Pariaman, Simbol, makna dan nilai- nilai yang terkandung di dalamnya serta faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan dalam tradisi batamaik kaji. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengambilan informan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik snowball sampling. Data ini penulis kumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun teknik pengujian keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan keikutsertaan dan teknik triangulasi yaitu teknik triangulasi sumber.Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 proses yang dilalui penganten dalam melaksanakan tradisi batamaik kaji, yaitu: (a) Orangtua menyerahkan anaknya yang akan menjadi penganten kepada gurunya, (b) Mengarak penganten keliling kampung, (c) Batamaik Kaji. Sedangkan simbol yang ada dalam tradisi tersebut adalah adanya interaksi antara murid dengan guru mengaji. Nilai-nilai yang ada dalam tradisi batamaik kaji adalah nilai agama, nilai sosial, nilai hiburan, nilai moral, nilai intelektual, nilai keindahan dan nilai ekonomis. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan dalam tradisi batamaik kaji adalah faktor ekonomi dan faktor perkembangan zaman yang semakin canggih. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tradisi batamaik kaji masih tetap eksis dijalankan oleh masyarakat Desa Cimparuh karena tradisi ini diyakini akan memberikan dampak yang positif bagi kehidupan rumah tangga nantinya melalui nasehat-nasehat yang diberikan guru kepada muridnya yang akan menyelenggarakan perkawinan. Hendaknya seluruh anggota masyarakat mempertahankan tradisi batamaik kaji yang telah dijaga dan dijalankan oleh generasi yang terdahulu dengan cara tetap konsisten melaksanakannya.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Dasril, Dasril
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Hariantati, Runi
UNSPECIFIED
Corrector
Khaidir, Afriva
UNSPECIFIED
Corrector
Lanin, Dasman
UNSPECIFIED
Corrector
Adnan, Fachri
UNSPECIFIED
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan-S1
Depositing User: Umma Mardhotillah A.Md.
Date Deposited: 19 Jan 2026 06:54
Last Modified: 19 Jan 2026 06:54
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35571

Actions (login required)

View Item
View Item