Harfan, Harfan (2008) Directive Speech Acts and Their Violation Used by Callers in Public Corner Program at Metro TV. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_HARFAN 37215-02-08.pdf
Download (545kB)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menggambarkan bentuk tindak tutur direktif yang digunakan oleh si penelpon pada acara public corner di Metro TV. Adapun bentuk tindak tutur direktif nya yaitu saran (suggestion), permintaan (request), perintah (command) dan pesan (order) yang sesuai dengan konsep Yule (1996). Disamping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan kenyataan di lapangan terhadap jenis direktif yang digunakan oleh si penelpon pada acara Public Corner di Metro TV. Realisasi atau kenyataannya itu dilihat dari maksim kuantitas yakni dengan cara melebih lebihkan sesuatu (overstate), mengurang-ngurangi sesuatu (understate) dan mengulang-ngulangi sesuatu (tautology) hal ini sesuai dengan Brown dan Levinson (1994). Sumber data pada penelitian ini adalah ujaran yang disampaikan oleh si penelpon pada acara Public Corner di Metro TV. Data dikoleksi dengan cara merekam seluruh ujaran yang disampaikan oleh si penelpon pada acara Public Corner di Metro TV. Kemudian data dianalisis dengan dua cara yaitu bentuk tindak tutur direktif mengacu pada konsep Yule (1996), disamping itu juga untuk mengkategorikan bentuk direktif digunakan konsep Finnegan (2004) dan realisasi dari bentuk direktif yang digunakan mengacu pada konsep Brown dan Levinson (1994). Dari penelitian ini ditemukan bahwa ada 13 ujaran dari 30 ujaran si penelpon yang diidentifikasi sebagai bentuk tindak tutur direktif. Dengan gambaran yaitu 9 ujaran berbentuk suggestion dan 4 berbentuk request. Sedangkan bentuk command dan order tidak diketemukan. Kemudian, dari 9 ujaran yang berbentuk suggestion dengan realisasi yang diketemukan hanya dua cara yaitu overstate dan understate. Dengan gambaran, 7 ujaran secara overstate dan 1 ujaran secara understate. Disamping itu juga ditemukan 1 ujaran yang informatif. Tidak ada ujaran secara tautology pada bentuk suggestion. Terakhir, dari 4 ujaran yang berbentuk request realisasi yang diketemukan hanya secara understate. Dengan gambaran, 3 ujaran berbentuk request yang yang diidentifikasikan secara understate dan 1 yang informative. Tidak diketemukan cara overstate dan tautology pada bentuk request.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributors Email Thesis advisor Rusdi, Rusdi UNSPECIFIED Thesis advisor Refnaldi, Refnaldi UNSPECIFIED Corrector Hamzah, Hamzah UNSPECIFIED Corrector Kusni, Kusni UNSPECIFIED Corrector Syarif, Hermawati UNSPECIFIED |
| Subjects: | P Language and Literature > PE English |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Inggris-S1 |
| Depositing User: | Sudia Ajjronisa S.Sos |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 06:38 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 06:39 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35537 |
