Jasrio, Affandri (2014) Arahan Pemanfaatan Lahan untuk Permukiman Berbasis Bencana Longsor di Kabupaten Padang Pariaman. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.
final_4_AFFANDRI_JASRIO_1104098_5732_2014.pdf
Download (2MB)
Abstract
Kabupaten Padang Pariaman merupakan kawasan yang berada di sepanjang pesisir pantai di bagian selatan serta perbukitan di bagian utara sehingga memiliki resiko yang cukup besar terhadap bencana, khususnya bencana longsor. Oleh sebab itu penataan ruang perlu mengacu kepada aspek kebencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kesesuaian Lahan untuk Permukiman di Kabupaten Padang Pariaman, (2) Bagaimana Tingkat Bahaya Longsor di Kabupaten Padang Pariaman, (3) Bagaimana Arahan Pemanfaatan Lahan Berbasis Bencana Longsor di Kabupaten Padang Pariaman. Daerah penelitian ini adalah seluruh wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Sedangkan metode penelitian deskriptif. Data penataan ruang Kabupaten Padang Pariaman berbasis bencana longsor berupa data sekunder yaaitu, 1) Peta curah hujan, 2) Peta Bentuklahan, 3) Peta Lereng, 4) Peta Jenis Tanah, 5) Peta Geologi, dan 6) Peta Penggunaan Lahan. Sedangkan teknik pengumpulan data berdasarkan analisis data sekunder. Klasifikasi kesesuaian lahan berdasarkan sistem skoring, tingkat bahaya longsor berdasarkan perhitungan Maff-Japan, Arahan pemanfaatan lahannya menggunakan metode overlay peta dan sistem skoring. Hasil penelitian menemukan bahwa : (1) Kesesuaian Lahan untuk permukiman di Kabupaten Padang Pariaman wilayah penelitian meliputi; (a) kurang sesuai dengan luas 12.229,43 Ha (b) sesuai untuk permukiman dengan luas 110.116, 64 Ha, (c) sangat sesuai untuk permukiman dengan luas 12.103,03, Ha, (2) Tingkat Bahaya Longsor di Kabupaten Padang Pariaman terdapat tiga zona bahaya longsor, diantaranya adalah (a) zona II memiliki tingkat bahaya longsor berada pada kategori sedang dengan luas 50.911,44 Ha; 2 X 11 Kayu Tanam dengan luas sekitar 13.587 Ha dengan persentase sebesar 26,68% merupakan wilayah paling luas pada zona ini; Ulakan Tapikis dengan luas 147,25 Ha dan persentase sebasar 0,28 %, (b) zona III pada tingkat bahaya longsor dengan kategori tinggi, dengan luas sekitar 65.082,3 Ha, Koto Aur Malintang dengan luas sekitar 8.021,66 Ha persentase sebesar 12.32% merupakan wilayah paling luas pada zona itu adalah Padang Sago dengan luas 130,61 Ha dan persentase sebasar 0,20 % meupakan wilayah paling kecil pada zona ini, (c) zona IV pada tingkat bahaya longsor sangat tinggi, dengan luas wilayah 8.534,85 Ha, IV Koto Aur Malintang merupakan daerah paling luas wilayahnya sekitar 3.480,21 Ha dan persentasenya sebesar 40,77%; 2 x 11 Kayu Taman yang paling sempit wilayahnya sekitar 18,4 Ha dengan persentase sebesar 0,21%, (3) Arahan Pemanfaatan Lahan Berbasis Bencana Longsor di Kabupaten Padang Pariaman sebagai; a) Kurang Sesuai-Zona II, b) Kurang Sesuai- Zona III, c) Kurang Sesuai-Zona IV, d) Sangat Sesuai-Zona II, e) Sangat Sesuai-Zona III, f) Sesuai-Zona II, g) SesuaiZona III, h) Sesuai-Zona IV
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | PEMANFAATAN LAHAN, PERMUKIMAN |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2 |
| Depositing User: | Mutia Farida S.Sos |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 00:51 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 00:51 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35506 |
