Fathimah, Siti (2018) Pemetaan Faktor-faktor yang Mendukung dan Menghambat Integrasi Sosial dalam Masyarakat Minangkabau. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.
final_04_SITI_FATHIMAH_16162008_2470_2018.pdf
Download (1MB)
Abstract
Berdasarkan tambo, wilayah asal alam Minangkabau terbagi menjadi tigaluhak yang dikenal dengan istilah Luhak Nan Tigo. Sebagai daerah jantungMinangkabau wilayah ini tentunya menjadi pusat kebudayaan masyarakatMinangkbau. Ketiga luhak ini berada di salah satu provinsi di Indonesia yaituSumatera Barat. Wilayah ini juga memiliki keberagaman suku bangsa, agama,beserta adat istiadatnya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan bentukunsur-unsur lokal dari segi faktor sosial budaya, kebijakan pemerintahan, dan darisegi mentalitas yang menjadi potensi pendukung dan penghambat integrasi sosialdalam masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Penelitian ini adalah penelitiandeskriptif dengan pendekatan kualitatif yang berusaha untuk mengungkapkan datasesuai dengan kenyataan di lapangan. Informan penelitian adalah unsur pimpinandaerah (wali nagari), unsur pemuda, unsur pemuka adat, unsur pemuka agama,dan penduduk biasa (pendatang dan penduduk asli). Teknik pengumpulan datayang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasimenggunakan catatan lapangan dan wawancara dilakukan terhadap pihak terkaitguna memperoleh data yang lengkap. Selain itu data yang dikumpulkan berupastudi dokumentasi terhadap aktivitas budaya dan pemerintahan masyarakatMinangkabau, struktur organisasi, catatan-catatan bersejarah mengenaimasyarakat Minangkabau dan sebagainya.Hasil penelitian menemukan adapun unsur-unsur sosial budaya dalammasyarakat Minangkabau yang mampu menyatukan masyarakatya sehinggatercipta integrasi sosial adalah terletak dalam sistem filsafat adat yang berdasarkanajaran agama Islam, bahasa, kesenian, sistem kekerabatan, dan adat istiadat, yangmasih kokoh dalam kehidupan masyarakatnya. Namun, apabila pendatangtersebut berasal dari selain agama Islam, maka masing-masing pemeluk agamatentunya harus saling menghormati tatanan adat yang ada. Sepanjang masyarakatpemeluk agama lain dapat menghormati keberadaan identitas budayaMinangkabau maka tercipta keharmonisan hubungan sosial dalam masyarakat danbegitu juga sebaliknya. Hal ini tentunya dibingkai dengan rasa toleransi yang kuatdari masing-masing pihak. Selain itu adat istiadat yang masih kental dan kuatmembuat masyarakat Minangkabau merasa satu kesatuan, dengan adanya hukumadat yang berlaku di wilayah Minangkabau membuat masyarakat merasadilindungi dan takut untuk melanggar aturan adat tersebut, sehingga konflik ataupertikaian dapat diminimilisir. Undang-undang adat ini dijadikan prinsip hidupsekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dengan tujuan menciptakankeamanan, ketertiban serta memujudkan masyarakat yang berbudi luhur danberakhlak mulia.
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | INTEGRASI SOSIAL |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GR Folklore H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2 |
| Depositing User: | Mutia Farida S.Sos |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 09:59 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 09:59 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35313 |
