Zulvia, Evi (2011) Pengaruh Suhu terhadap Hasil Pencelupan Bahan Sutera dengan Menggunakan Ekstrak Biji Pinang Memakai Pembangkit Warna Kapur Sirih. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_EVI_ZULVIA_08227_2011.pdf
Download (186kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap hasil pencelupan bahan sutera dengan menggunakan ekstrak biji pinang memakai pembangkit warna kapur sirih. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antara pengaruh suhu terhadap hasil pencelupan bahan sutera dengan menggunakan ekstrak biji pinang. Objek penelitian ini adalah bahan sutera, yang telah dicelup dengan zat warna alam (ekstrak biji pinang) yang memakai pembangkit warna kapur sirih, dengan menggunakan suhu kamar dan suhu 70 0 C. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data primer yaitu data yang 0 C – 85 diperoleh langsung dari objek penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa hasil eksperimen dan jawaban panelis dari kuisioner. Dalam penelitian ini yang menjadi panelis yaitu mahasiswa jurusan tata busana Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga UNP sebanyak 10 orang, yang telah memahami tentang pencelupan dan dosen sebanyak 5 orang. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel X1 yaitu pencelupan menggunakan ekstrak biji pinang dengan memakai pembangkit warna,kapur sirih pada bahan sutera yang menggunakan suhu kamar, dan variabel X2 yaitu pencelupan mengunakan biji pinang dengan memakai pembangkit warna, kapur sirih pada bahan sutera yang menggunakan suhu 70 C. Kemudian variabel Y merupakan hasil pencelupan zat warna alam ekstrak biji pinang pada bahan sutera dengan memakai pembangkit warna kapur sirih, pada suhu kamar dan suhu 70 0 0 C – 85 0 0 C yang dilihat dari 2 segi yaitu nilai warna (value) dan kerataan warna sehingga terdapat dua kelompok sampel. Dalam pengolahan data penulis menggunakan perhitungan tabel t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencelupan bahan sutera dengan menggunakan ekstrak biji pinang, dengan memakai pembangkit warna kapur sirih, pada suhu kamar menghasilkan warna dengan arahan warna Sienna dengan presentase jawaban 93,3%, sedangkan pada suhu 70 C – 85 C menghasilkan warna dengan arahan warna gelap (Maron) dengan presentase jawaban 80%. Kerataan warna yang dihasilkan pada pencelupan bahan sutera menggunakan ekstrak biji pinang, dengan memakai pembangkit warna kapur sirih, pada suhu kamar diperoleh sangat rata dengan presentase jawaban responden 66,67%, sedangkan kerataan yang dihasilkan pada suhu 70 0 0 C - 85 C diperoleh sangat rata, dengan presentase jawaban 73,3%. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan antara hasil pencelupan bahan sutera menggunakan ekstrak biji pinang, dengan memakai pembangkit warna kapur sirih, pada suhu kamar dan suhu 70 0 0 C - 85 0 0 C - 85 C .
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | N Fine Arts > NX Arts in general |
| Divisions: | Fakultas Pariwisata dan Perhotelan > Pendidikan Kesejahteraan Keluarga-S1 |
| Depositing User: | Ridha Prima Adri S.Sos |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 05:08 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 05:09 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/35013 |
