Marliana, Mila Ana (2018) Penggunaan Adverbia dalam Novel Mutakhir Indonesia: Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi dan Novel Surat Kecil Untuk Tuhan Karya Agnes Davonar. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_02_MILA_ANA_MARLIANA_14017059_1593_2018.pdf
Download (1MB)
Abstract
Skripsi ini bertujuan (1) mendeskripsikan penggunaan adverbia penanda aspek, (2) penggunaan adverbia penanda modalitas, (3) penggunaan adverbia penanda kuantitas, dan (4) penggunaan adverbia penanda kualitas dalam Novel Mutakhir Indonesia: Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi dan novel Surat Kecil Untuk Tuhan Karya Agnes Davonar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Objek penelitian ini adalah penggunaan adverbia dalam Novel Mutakhir Indonesia: Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi dan novel Surat Kecil Untuk Tuhan Karya Agnes Davonar. Pengumpulan data dilakukan melalui (1) membaca dan memahami keseluruhan isi novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi dan novel Surat Kecil Untuk Tuhan Karya Agnes Davonar; (2) menandai bagian-bagian berupa kata yang menjadi tujuan penelitian; dan (3) menginventarisasikan data yang terdapat di dalam teks novel. Penganalisisan data dilakukan melalui mengklasifikasikan data, memasukan data ke dalam format inventarisasi data, mengklasifikasikan data, dan menyimpulkan data. Berdasarkan analisis data ditemukan empat hasil penelitian. Pertama, ditemukan empat penggunaan adverbia dalam novel mutakhir Indonesia: Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi dan novel Surat Kecil Untuk Tuhan Karya Agnes Davonar. Masing-masing akan dijelaskan sebagai berikut. Pertama, penggunaan adverbia penanda aspek dalam kedua novel ini memiliki kekhasaan ditandai dengan kata mulai, lagi, masih, sudah, telah, dan pernah ditemukan sebanyak 69 data dan 40 data yang menyatakan „suatu pekerjaan, peristiwa, atau sifat sedang berlangsung (duratif), sudah selesai berlangsung (perfektif), belum selesai (imperfektif), atau mulai berlangsung (inkoatif)‟. Kedua, penggunaan adverbia penanda modalitas kedua novel ini memiliki kekhasaan ditandai dengan kata akan, belum, dapat, boleh, harus, jangan, mungkin, nggak, tak, tidak ditemukan sebanyak 92 data dan 75 data yang menyatakan ‘sikap atau suasana pembicara atau penutur yang menyangkut perbuatan, peristiwa, keadaan, atau sifat‟. Ketiga, penggunaan adverbia penanda kuantitas kedua novel ini memiliki kekhasaan ditandai dengan kata sering, saling, dan kerap ditemukan sebanyak 26 data dan 10 data yang menyatakan ‘frekuensi atau jumlah terjadinya suatu perbuatan, peristiwa, keadaan atau sifat‟. Keempat, penggunaan adverbia penanda kualitas kedua novel ini memiliki kekhasaan ditandai dengan kata alangkah, agak, amat, banget, cuma, hampir, hanya, juga, maha, memang, paling, pula, pula, saja, sangat, selalu dan senatiasa ditemukan sebanyak 134 data dan 57 data yang menyatakan „sifat atau nilai perbuatan, perisitiwa, keadaan, atau sifat‟.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia-S1 |
| Depositing User: | Ridha Prima Adri S.Sos |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 07:02 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 07:02 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/34949 |
