Ratnawilis, Ratnawilis (2012) Upaya Peningkatan Kompetensi dan Hasil Pembelajaran Fisika Siswa Kelas X5 dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token Di SMA Negeri 1 Padang Sago. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.
final_3_RATNA_WILIS_19882_12_2013.pdf
Download (337kB)
Abstract
Kesulitan siswa dalam memahami materi Suhu dan Kalor serta Listrik
Dinamis disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah bentuk
pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih bersifat konvensional. Guru lebih
banyak mendominasi pembelajaran, sedangkan siswa cenderung hanya
mendengar, mencatat definisi, rumus, contoh soal, dan mengerjakan latihan.
Bentuk pembelajaran seperti ini kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengkonstruksi sendiri pengetahuannya. Akibatnya, siswa hanya bekerja secara
prosedural. Cara yang dianggap tepat untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah
dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi dan hasil belajar
Fisika siswa melalui penerapan model kooperatif tipe Time Token dalam
pembelajaran pokok bahasan Suhu dan Kalor serta Listrik Dinamis. Masalah
penelitian adalah Apakah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token
Dapat Meningkatkan Kompetensi Siswa Pada Pokok Bahasan Suhu dan Kalor
serta Listrik Dinamis ? Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas
(Classroom Action Research) yang dilakukan di SMA Negeri 1 Padang Sago
Propinsi Sumatera Barat. Subyek penelitian adalah siswa kelas X5 SMA Negeri 1
Padang Sago yang berjumlah 30 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui
lembar observasi dan tes kompetensi kognitif siswa. Data yang terkumpul
dianalisis secara deskriptif.
Perubahan Kompetensi positif yang terjadi pada siswa sangat banyak
diantaranya: siswa berani mengemukakan pendapat atau bertanya, mampu
menanggapi pendapat atau menjawab pertanyaan dengan baik, membantu teman
yang sedang kesulitan memahami materi, aktif dalam diskusi kelompok, serta
mampu menulis kesimpulan atau hal-hal yang relevan dengan pembelajaran.
Selain itu, siswa sudah bekerjasama dengan baik dalam kelompok serta berusaha
membantu teman yang mengalami kesulitan memahami penjelasan. Pembelajaran
menjadi menyenangkan terbukti mereka betah berada di kelompoknya. Hal ini
terlihat dari sedikit siswa yang meminta ijin keluar kelas dan tidak lagi melakukan
Kompetensi yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Mereka terbiasa
mendengarkan pendapat orang lain dan bersifat lebih komunikatif. Hasil
penelitian menunjukkan persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM) meningkat dari 43,33% pada siklus I menjadi 90% pada siklus
III. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pada pokok bahasan suhu dan kalor
serta Listrik Dinamis melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Time Token Dapat Meningkatkan Kompetensi Siswa Kelas X5 SMA Negeri 1
Padang Sago.
| Item Type: | Thesis (Masters/Tesis) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QC Physics |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Fisika-S2 |
| Depositing User: | Sri Yulianti S.IP |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 10:14 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 10:14 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/34664 |
