Arini, Pipit (2013) Makanan Adat pada Upacara Perkawinan di Desa Sungai Jambu Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.
final_B1_11_Pipit_ Arini_85258_1134_2013.pdf
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang macam-macam makanan adat, alat-alat yang digunakan untuk menyajikan makanan dan teknik penataan makanan adat, serta makna makanan adat.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) mendeskripsikan jenis makanan khas adat Jawah Tengah, (2) mendeskripsikan makna makanan adat, (3) mendeskrisikan alat hidang yang digunakan dalam penyajian, (4) mendeskripsikan teknik penyajian makanan pada upacara perkawinan adat Jawa Tengah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, objek penelitian adalah makanan adat yang disajikan di tiap-tiap prosesi upacara perkawinan adat Jawa Tengah, teknik pengambilan data secara Snow-Ball Sampling.Analisis data dilapangan yang meliputi reduksi, display, kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makanan yang disajikan ada tiga macam, makanan yang disajikan sebelum acara adalah makanan untuk acara syukuran yang terdiri dari makanan pokok dan pelengkapnya, makanan yang dihidangkan untuk acara marhaban terdiri dari nasi putih, dan lauk-pauknya. Makanan yang disajikan saat upacara perkawinan adalah makanan yang disajikan untuk kedua pengantin, yang terdiri dari nasi kuning dua piring, nasi putih dengan serundeng daging .Hidangan yang disajikan untuk tamu undangan pesta perkawinan, terdiri dari: nasi putih dan lauk-pauk. Makanan yang disajikan sesudah upacara perkawinan yaitu bubur sum-sum, makanan yang diberikan dari keluarga pengantin wanita untuk keluarga pengantin pria, terdiri dari : nasi putih, dan lauk-pauk, buah-buahan, untuk makanan kecil atau snacknya, kembang loyang, renginang, peyek, wajek, jenang, bolu tiga buah, alat yang digunakan untuk menghidangkan makanan adalah serving dish, ranjang kue, rangtang, baki, dan macam-macam piring-piring. Makna yang terkadung dalam makanan adat pada upacara perkawinan ini adalah, sebagai alat mempersatukan suku dan dua keluarga yang berbeda menjadi satu, dan memupuk sikap gotong royong masyarakat yang tinggal disekitar lingkungan orang yang mengadakan acara pesta perkawinan tersebut,dan untuk makna makanan adat sudah ada pada penjelasan makanan yang dihidangkan sebelum, saat dan sesudah upacara perkawinan. Cara makan yang dilakukan tamu undangan laki-laki duduk diatas kursi untuk wanita duduk di atas tikar.
| Item Type: | Thesis (Bachelor/Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Kesejahteraan Keluarga-S1 |
| Depositing User: | Risna Juita S.IP |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 03:08 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 03:08 |
| URI: | https://repository.unp.ac.id/id/eprint/34635 |
