Pengembangan Modul Fisika SMA Berbasis Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan Pendekatan Saintifik

Marcelina, Rezi (2016) Pengembangan Modul Fisika SMA Berbasis Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan Pendekatan Saintifik. Masters/Tesis thesis, Universitas Negeri Padang.

[thumbnail of final_03_REZI _MARCELINA_14175028_14175028_1594_2016.pdf] Text
final_03_REZI _MARCELINA_14175028_14175028_1594_2016.pdf

Download (3MB)

Abstract

Tujuan utama kurikulum 2013 adalah mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pencapaian tujuan kurikulum 2013 ini adalah dengan mengembangkan modul Fisika SMA yang mampu memandirikan dan mengaktifkan peserta didik dalam belajar sehingga mampu menumbuhkan sikap produktif, kreatif, inovatif, dan afektif peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran yang mampu memandirikan dan mengaktifkan peserta didik dalam belajar adalah model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL). Sesuai anjuran kurikulum 2013, dalam kegiatan pembelajaran hendaknya mengikuti langkah pendekatan saintifik. Oleh karena itu, pengembangan modul yang dilakukan merupakan pengembangan modul Fisika SMA berbasis model pembelajaran (POGIL) dengan pendekatan saintifik. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Tahap analysis terbagi atas dua tahap yaitu analisis performance gaps dan analisis kebutuhan yang meliputi: analisis karakteristik peserta didik, kurikulum, materi pelajaran, tujuan pembelajaran, serta analisis tugas. Tahap design dilakukan perancangan terhadap perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, modul, LKPD, dan penilaian. Tahap development dilakukan uji validitas melalui lembar validasi perangkat pembelajaran. Tahap implementation terbagi atas dua tahap yaitu pilot dan final implementation. Tahap pilot implementation dilakukan evaluasi formatif berupa uji praktikalitas terhadap perangkat yang telah divalidasi. Selain itu pada tahap ini juga dilakukan uji efektivitas yang diperoleh dari penilaian kompetensi dan aktivitas peserta didik. Namun uji efektivitas pada tahap ini masih dalam keadaan revisi. Uji efektivitas yang sebenarnya didapatkan pada tahap final implementation yang dirangkum pada tahap evaluation dengan memberikan evaluasi sumatif kepada peserta didik. Hasil penelitian pada tahap analisis performance gaps diperoleh beberapa permasalahan pembelajaran yang dihadapi SMAN 16 Padang. Sedangkan analisis kebutuhan yang meliputi analisis peserta didik diperoleh beberapa karakteristik peserta didik, analisis kurikulum diperoleh dengan KI dan KD 3.2, analisis materi diperoleh fakta, konsep, prinsip dan prosedur dari materi hukum gravitasi Newton, analisis tujuan pembelajaran diperoleh indikator untuk setiap pertemuan, serta analisis tugas. Hasil penelitian pada tahap design diperoleh silabus, RPP, modul, LKPD, dan penilaian yang dirancang mengikuti langkah-langkah model pembelajaran POGIL dengan pendekatan saintifik. Hasil penelitian pada tahap development, implementation, dan evaluation didapatkan bahwa modul Fisika SMA berbasis model pembelajaran POGIL dengan pendekatan saintifik yang sangat valid, sangat praktis, dan efektif dalam pembelajaran dengan persentase masing-masingnya sebesar 92,035, 80,69, dan 80,828.

Item Type: Thesis (Masters/Tesis)
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > QC Physics
Divisions: Sekolah Pascasarjana > Pendidikan Fisika-S2
Depositing User: Perpustakaan dan Penerbitan UNP
Date Deposited: 15 Dec 2025 01:46
Last Modified: 15 Dec 2025 01:46
URI: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/32504

Actions (login required)

View Item
View Item